
Kota Tangerang – Bimbingan Belajar (Bimbel) Dialektika bekerja sama dengan Karang Taruna Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, sukses menyelenggarakan lomba mewarnai gratis untuk anak-anak pada Minggu (1/2/2026) pukul 15.00 WIB.
Kegiatan yang mengusung tema “Berkarya dengan Mewarnai dan Berkreasi Tanpa Batas” ini dilaksanakan di Posyandu Teratai 3, Kelurahan Karanganyar, dan diikuti oleh anak-anak usia PAUD, TK, hingga siswa Sekolah Dasar (SD).
Program tersebut bertujuan untuk memperluas akses pendidikan nonformal, sekaligus meningkatkan literasi, kreativitas, dan karakter generasi muda, khususnya di wilayah Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
Ketua RT 03 Kelurahan Karanganyar, Nafis Kurtubi, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang edukasi alternatif yang positif bagi anak-anak.
“Program ini diharapkan dapat menjadikan tempat edukasi pendidikan dan kreativitas yang berperan penting dalam pembentukan karakter serta keterampilan generasi muda,” ujar Nafis.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan Posyandu Teratai 3 sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai edukatif tersendiri. Menurutnya, posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang menyenangkan.
“Selain menjadi tempat pelayanan kesehatan, peserta bimbel juga bisa merasakan konsep outdoor learning, sehingga lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar,” terangnya.
Sementara itu, Halim, pengurus Karang Taruna Kelurahan Karanganyar, menekankan pentingnya aspek kesehatan bagi anak-anak sebagai fondasi masa depan generasi bangsa.
“Kesehatan adalah fondasi utama. Karena itu, anak-anak perlu diajarkan untuk menjaga dan mengelola manajemen kesehatan sejak dini,” kata Halim.
Ia berharap, dengan pemahaman pola hidup sehat, anak-anak di wilayah Kelurahan Karanganyar dapat tumbuh optimal dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat di kemudian hari.
Kegiatan ini didukung oleh para relawan dari Karang Taruna tingkat kelurahan, aktivis pendidikan, aktivis lingkungan, serta berbagai stakeholder lainnya. Seluruh pengajar dan pendamping terlibat secara sukarela tanpa memungut biaya sepeser pun dari peserta.
Perwakilan Bimbel Dialektika, Jampang, menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi solusi edukatif di tengah meningkatnya ketergantungan anak-anak terhadap gadget.
“Melalui program bimbel ini, kami berharap dapat mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget, sekaligus mendorong mereka untuk lebih aktif membaca dan mengasah keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat karakter anak-anak, meningkatkan kreativitas serta prestasi akademik, dan menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda.
“Ini adalah bagian dari upaya bersama membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya,” tutupnya.
















