TANGERANG – Estafet kepemimpinan Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Banten resmi berganti. Todo Nainggolan terpilih sebagai Ketua DPD PBB Provinsi Banten periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Gedung Pemuda KNPI Kota Tangerang, Sabtu (9/5/2026).
Berbeda dengan mekanisme musyawarah mufakat, pemilihan kali ini berlangsung dinamis melalui proses pemungutan suara (voting). Todo Nainggolan berhasil unggul dari kandidat lainnya setelah memperoleh dukungan mayoritas pemilik suara yang merupakan perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
Acara yang berlangsung khidmat dan demokratis tersebut disambut antusias oleh para kader dan simpatisan. Terpilihnya Todo dinilai menjadi simbol penyegaran organisasi sekaligus harapan baru bagi kemajuan PBB di Provinsi Banten.
Dalam sambutan perdananya, Todo Nainggolan menekankan visi transformasi organisasi yang berfokus pada penguatan struktur internal serta peningkatan peran PBB dalam pembangunan sosial di Banten.
Ia menegaskan bahwa Musda bukan sekadar ajang pemilihan ketua, melainkan momentum konsolidasi untuk mempererat tali persaudaraan dengan semboyan organisasi: Solidaritas, Toleransi, Rukun, dan Gotong Royong.
Dalam orasinya usai dinyatakan terpilih, Todo menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kader serta komitmennya untuk merangkul seluruh elemen organisasi.
“Kemenangan ini bukan hanya milik saya, tetapi milik seluruh keluarga besar Pemuda Batak Bersatu di Provinsi Banten. Fokus kita ke depan adalah menjadikan PBB sebagai organisasi yang lebih modern dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Todo.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Banten.
“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarsuku, khususnya di wilayah Provinsi Banten,” pungkasnya.
Dengan terpilihnya nakhoda baru ini, PBB Banten diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang kontributif, inklusif, dan semakin dekat dengan masyarakat.
















