
Tangerang, 7–9 November 2025 Suara musik modern bercampur dengan hentakan langkah para pesilat muda menggema di lantai utama Mal Bale Kota Tangerang.
Selama tiga hari, suasana pusat perbelanjaan itu berubah total menjadi arena laga kehormatan dalam ajang bergengsi Banten Pencak Silat Competition (BPSC) 2025.
Ratusan pesilat muda dari berbagai kabupaten dan kota di Banten beradu teknik, ketangkasan, dan sportivitas dalam event yang digelar dengan konsep unik “Silat di Tengah Mal.”
Di antara riuh tepuk tangan penonton, sorotan kamera tertuju pada sosok srikandi muda yang mencuri perhatian dengan pesonanya.
Mengenakan seragam hitam khas pesilat dan jilbab rapi, atlet muda dari kategori Remaja/Pra-Remaja ini memancarkan senyum bahagia sambil memegang medali perunggu dan plakat “ATLET BERPRESTASI.”
Senyum itu bukan sekadar ekspresi kemenangan, tetapi simbol perjalanan panjang penuh disiplin, doa, dan semangat pantang menyerah.
“Walaupun saya kalah di pertandingan pertama, saya tetap bersyukur dan berterima kasih kepada para mentor, guru, dan semua rekan-rekan dari M.I Birrul Walidain yang sudah mendukung saya sejauh ini,” ujarnya dengan nada tulus.
“Bagi saya, medali ini bukan hanya hasil tanding, tapi bukti bahwa kerja keras tak pernah sia-sia.
”Sang srikandi muda itu menjadi inspirasi bagi banyak penonton dan peserta lain. Di balik pencapaian kecilnya, tersimpan kisah besar tentang ketekunan.
Setiap pagi ia berlatih, menahan lelah dan rasa sakit demi membanggakan sekolah serta keluarga.
Ketua Panitia BPSC 2025, Rizal Firmansyah, mengatakan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda Banten.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai luhur pencak silat bukan hanya jurus, tapi juga adab, mental juang, dan sportivitas. Mal ini jadi saksi bahwa silat bisa tampil megah tanpa kehilangan maknanya,” tutur Rizal.
Sementara itu, Guru Pembina M.I Birrul Walidain, Ustazah Nur Aini, mengungkapkan rasa bangganya terhadap siswi binaannya tersebut.
“Kami tidak hanya mendidik anak-anak untuk berprestasi, tapi juga untuk menghormati proses. Kemenangan sejati itu bukan soal medali, tapi tentang keberanian untuk mencoba dan bertahan,” ucapnya dengan mata berbinar.
Gelaran Banten Pencak Silat Competition 2025 ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pengunjung mal.
Selain menjadi tontonan menarik, event ini juga membuktikan bahwa warisan budaya seperti pencak silat tetap bisa bersinar di tengah dunia modern kilau juara yang sejati justru lahir dari semangat dan karakter yang kuat.
















