
Kota Tangerang — Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya sejak siang hari membuat Jalan Ciledug Raya kembali terendam banjir.
Genangan air yang cepat naik membuat ruas jalan utama tersebut tenggelam hingga setinggi betis orang dewasa, memicu kemacetan panjang dan puluhan kendaraan mogok.
Banjir terjadi di beberapa titik, terutama di kawasan Cipulir, Seskoal hingga menuju perbatasan Kota Tangerang.
Arus air yang deras membuat sejumlah pengendara motor terpaksa menepi dan menuntun kendaraan mereka untuk keluar dari genangan.
Seorang warga, Arif, mengatakan bahwa banjir mulai naik hanya dalam waktu sekitar 20 menit setelah hujan deras turun.
“Air tiba-tiba tinggi. Motor-motor langsung pada mogok. Mobil juga jalannya pelan karena arusnya lumayan deras,” ujarnya.
Selain curah hujan tinggi, warga menduga luapan sungai dan drainase yang tidak mampu menampung debit air menjadi penyebab utama genangan cepat terjadi.
Beberapa warga juga mengeluhkan minimnya petugas yang mengatur lalu lintas saat kondisi mulai memburuk.
Akibat banjir ini, laju kendaraan dari arah Ciledug menuju Kebayoran Lama tersendat hingga beberapa kilometer.
Beberapa pengemudi memilih memutar balik untuk mencari jalur alternatif.Hingga malam hari, genangan mulai menurun, namun kondisi lalu lintas masih padat dan sejumlah kendaraan yang mogok terlihat belum dievakuasi.
Pemerintah daerah diharapkan bergerak cepat melakukan penyedotan dan memastikan saluran drainase kembali berfungsi agar banjir serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras turun.
















