Kota Tangerang, 17 Juni 2026 – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 diduga mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat. Di sejumlah SPBU, termasuk kawasan Jalan Pembangunan III, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, antrean kendaraan terlihat lebih panjang dari biasanya.
Harga Pertamax yang sebelumnya berada di kisaran Rp12.300 per liter kini naik menjadi Rp16.250 per liter untuk wilayah Jabodetabek. Kenaikan hampir Rp4.000 per liter tersebut memicu sebagian pengguna kendaraan beralih ke BBM bersubsidi seperti Pertalite yang harganya masih bertahan di Rp10.000 per liter.
Pantauan warga pada Rabu (17/6/2026), antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di area pengisian BBM. Kondisi ini dikhawatirkan akan terjadi tidak hanya di Neglasari, tetapi juga di berbagai SPBU lain di Kota Tangerang apabila tren perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite terus meningkat.
Sejumlah laporan dari daerah lain juga menunjukkan fenomena serupa berupa meningkatnya antrean BBM subsidi pasca kenaikan harga Pertamax.
Salah seorang pengendara motor yang sedang mengantre mengaku terpaksa mengubah kebiasaan pengisian BBM karena faktor ekonomi.
“Biasanya saya isi Pertamax, tapi dengan harga sekarang cukup berat untuk kebutuhan harian. Mau tidak mau beralih ke Pertalite supaya pengeluaran tidak semakin besar,” ujarnya.
Pengendara lainnya menilai kenaikan harga BBM non-subsidi terjadi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Kalau selisihnya hampir empat ribu rupiah per liter tentu sangat terasa. Yang kasihan pekerja yang setiap hari harus mobilitas tinggi. Akibatnya antrean di SPBU jadi semakin panjang.”
Pengamat sosial masyarakat menilai fenomena ini menjadi gambaran bahwa daya beli masyarakat masih rentan terhadap kebijakan energi.
“Antrean panjang bukan sekadar persoalan BBM, tetapi menjadi indikator tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Ketika selisih harga semakin jauh, masyarakat akan mencari opsi yang paling murah untuk bertahan.”
Meskipun demikian, pihak Pertamina sebelumnya menyatakan pasokan BBM tetap aman dan masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan agar tidak terjadi kepadatan maupun kepanikan di SPBU.
















