Kabupaten Tangerang – Mangkraknya proyek Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Rawa Rengas selama beberapa tahun terakhir akhirnya mendapat klarifikasi dari Kepala Desa, H. Endo.
Dalam keterangannya, H. Endo menjelaskan bahwa terhentinya proyek tersebut bukan tanpa sebab. Ia menyebut bahwa salah satu faktor utama adalah tidak turunnya anggaran dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tangerang, yang sebelumnya sempat direncanakan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.
“Awalnya memang sudah ada rencana anggaran dari Dinas Pariwisata. Namun dalam perjalanannya, anggaran tersebut tidak terealisasi, sehingga pembangunan tidak bisa dilanjutkan,” ujar H. Endo.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proyek BUMDes tersebut dirancang untuk menjadi kawasan penunjang sektor pariwisata sekaligus wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Rawa Rengas.
“Konsep awalnya adalah untuk tempat pariwisata dan pengembangan UMKM masyarakat,” tambahnya.
Meski sempat terhenti, H. Endo memastikan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pada tahun ini proyek tersebut direncanakan kembali berjalan.
“Insya Allah tahun ini akan dilanjutkan dan segera diperbaiki,” tegasnya.
Namun demikian, pernyataan tersebut masih menyisakan tanda tanya di kalangan masyarakat. Pasalnya, proyek yang telah mangkrak selama kurang lebih tiga tahun ini dinilai membutuhkan transparansi yang lebih jelas, terutama terkait alokasi anggaran awal, perencanaan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terhentinya pembangunan.
Warga berharap, kelanjutan proyek BUMDes ini tidak hanya menjadi janji, melainkan benar-benar direalisasikan dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang transparan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa.
















