Kota Tangerang – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi pada dini hari di Jalan Juanda, tepatnya di depan lapangan bola PAP 2, Kelurahan Batu Sari, Kecamatan Batu Ceper. Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya fungsi penerangan jalan umum (PJU) sebagai bagian dari sistem keselamatan lalu lintas.
Berdasarkan temuan di lapangan, kondisi jalan di lokasi kejadian terlihat minim pencahayaan, yang diduga kuat berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan. Warga sekitar menyebutkan bahwa kondisi gelap di titik tersebut bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai.
Salah satu warga setempat yang juga berprofesi sebagai pengacara, Firdaus S.H., menegaskan bahwa persoalan ini tidak dapat dianggap sebagai hal sepele.
“Minimnya PJU ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut keselamatan publik. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka potensi kecelakaan akan terus berulang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam perspektif hukum, penyediaan dan pemeliharaan fasilitas penerangan jalan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan pengguna jalan.
“Ketika fasilitas dasar seperti penerangan tidak berfungsi optimal, maka ada indikasi kelalaian dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” tegasnya.
Secara akademis, ketiadaan penerangan yang memadai merupakan indikator adanya risiko sistemik dalam manajemen keselamatan jalan, karena secara langsung menurunkan visibilitas pengendara, mempersempit ruang reaksi, dan meningkatkan probabilitas kecelakaan, terutama pada waktu dini hari.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan adanya kesenjangan antara standar normatif keselamatan infrastruktur jalan dengan implementasi di lapangan, yang apabila tidak segera diperbaiki berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat.
Peristiwa ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap kondisi PJU, khususnya di titik-titik rawan. Tanpa langkah konkret dan cepat, keselamatan pengguna jalan akan terus berada dalam kondisi yang rentan.
















