Pasien Keluhkan Pelayanan Lambat di Klinik Karawaci Medika, Informasi Minim Saat Dokter Tangani Pasien Darurat

Minim Komunikasi Pelayanan Klinik Karawaci Medika Di Keluhkan Pasien (Potret by tintakota.com/Rizki)

Kota Tangerang – Sejumlah pasien mengeluhkan lambatnya pelayanan di klinik Karawaci Medika harus menunggu berjam-jam tanpa adanya informasi yang jelas dari petugas pendaftaran, Sabtu (14/3/2026).

Salah seorang pasien yang datang untuk berobat secara mandiri mengaku telah berada di klinik sejak pukul 13.00 WIB. Saat itu, pelayanan belum berjalan karena masih dalam waktu istirahat petugas.

Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas pendaftaran baru kembali membuka pelayanan dan mulai memanggil pasien sesuai nomor antrean.

Pasien tersebut mendapatkan nomor antrean 055. Ketika antrean 054 sedang diperiksa oleh dokter, tiba-tiba datang seorang pasien lain dalam kondisi muntah-muntah yang kemudian langsung mendapatkan penanganan.

Namun, setelah pasien tersebut ditangani, proses pelayanan kembali terhenti tanpa adanya pemberitahuan kepada pasien lain yang telah menunggu cukup lama.

“Saya datang dari jam 1 siang, sudah menunggu lama dalam kondisi pusing. Nomor antrean saya tinggal satu lagi setelah 054, tapi tidak dipanggil-panggil. Petugas juga tidak memberikan informasi apa pun kepada pasien yang menunggu,” ujar salah satu pasien yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak pasien yang berada di ruang tunggu mulai mengeluh karena tidak mengetahui alasan keterlambatan pelayanan.

“Banyak ibu-ibu yang baru datang juga bertanya ke saya kenapa lama. Saya juga tidak tahu karena tidak ada penjelasan dari petugas. Harusnya ada informasi kalau dokter sedang menangani pasien darurat,” tambahnya.

Pasien tersebut akhirnya mendatangi meja pendaftaran untuk meminta penjelasan terkait keberadaan dokter dan keterlambatan pelayanan.

Setelah ditegur, petugas pendaftaran baru menyampaikan permohonan maaf kepada para pasien dan menjelaskan bahwa dokter yang bertugas hanya satu orang dan sedang menangani pasien yang kondisinya cukup parah.

“Ibu bapak mohon maaf, dokternya hanya satu dan sedang menangani pasien yang tadi datang dalam kondisi muntah-muntah,” ujar petugas kepada para pasien yang menunggu.

Meski memahami bahwa pasien dalam kondisi darurat memang harus didahulukan, pasien yang telah menunggu sejak lama tetap menyayangkan tidak adanya komunikasi dari pihak klinik sejak awal.

“Kalau dari awal dijelaskan tentu kami bisa mengerti. Tapi kalau dibiarkan menunggu tanpa informasi, wajar kalau pasien merasa kecewa,” kata pasien tersebut.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, mengingat pasien yang datang ke klinik pada umumnya dalam kondisi sakit dan membutuhkan penanganan cepat.

“Pelayanan kesehatan itu menyangkut orang yang sedang sakit. Jangan sampai pasien yang datang untuk berobat justru harus menunggu lama tanpa kepastian,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa selain penanganan medis, komunikasi dan transparansi kepada pasien juga merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *