Dishub Dinilai Tak Mampu Tertibkan Parkir Liar di Jalan Bouraq, Neglasari

oplus_0

Kota Tangerang – Kinerja Dinas Perhubungan Kota Tangerang kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, praktik parkir liar di sepanjang Jalan Bouraq, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, hingga Selasa (3/3/2026), masih terlihat semrawut dan belum tersentuh penertiban yang maksimal.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kendaraan Besar Tronton terparkir di bahu jalan hingga memakan badan jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Warga sekitar menilai, lemahnya pengawasan dan minimnya tindakan tegas dari Dinas Perhubungan Kota Tangerang menjadi penyebab utama maraknya parkir liar di kawasan tersebut.

“Hampir setiap hari macet. Parkirnya sampai dua lapis, tapi tidak pernah ada petugas yang berjaga secara rutin,” ujar Husen (35).

Jalan Bouraq sendiri merupakan jalur yang cukup strategis karena menjadi akses penghubung menuju kawasan permukiman padat serta jalur alternatif menuju Bandara Soekarno-Hatta. Namun ironisnya, penataan lalu lintas di wilayah ini dinilai belum menjadi prioritas serius.

Secara regulasi, parkir di badan jalan tanpa izin jelas melanggar aturan lalu lintas dan dapat dikenakan sanksi administratif maupun tilang.

Namun di lapangan, praktik tersebut terkesan dibiarkan berlangsung tanpa efek jera. Bahkan, muncul dugaan adanya pembiaran sistematis karena aktivitas parkir liar itu terus berulang dari hari ke hari.

Aktivis Forum Persatuan Pemuda Neglasari (FP2N) Thorik Arfansyah menilai, Dishub seharusnya tidak hanya melakukan penertiban insidental, tetapi juga menyusun langkah strategis seperti pemasangan rambu larangan parkir yang jelas, patroli rutin, hingga koordinasi dengan Satpol PP dan aparat kepolisian untuk penindakan tegas.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menata ketertiban lalu lintas akan semakin menurun. Publik kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar imbauan tanpa aksi nyata”Tutupnya Thorik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *