Diduga Akibat Jalan Ambles, Truk Box Ekspedisi Kecelakaan di Neglasari

Oplus_16908288

Kota Tangerang – Sebuah truk box ekspedisi mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Bouraq, wilayah Neglasari, Kota Tangerang, pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kendaraan tersebut diduga miring ke sisi kiri setelah melintasi badan jalan yang ambles. Sopir disebut kehilangan kendali hingga akhirnya truk menghantam pohon di pinggir jalan.

Benturan keras menyebabkan bagian depan kendaraan ringsek dan posisi truk melintang sebagian di badan jalan.

Seorang warga sekitar, Andi (45), mengatakan bahwa kondisi jalan di titik tersebut memang sudah lama mengalami penurunan struktur tanah.

“Sudah beberapa bulan ini jalannya kelihatan turun. Kalau dilewati kendaraan berat pasti terasa miring. Warga juga sudah beberapa kali mengeluhkan, tapi belum ada perbaikan permanen,” ujarnya.

Menurut Andi, kejadian kecelakaan di lokasi itu bukan kali pertama terjadi. Ia menilai lambannya penanganan menjadi faktor yang memperbesar risiko bagi pengguna jalan.

“Kalau hanya ditambal sementara, ya pasti cepat rusak lagi. Ini kan jalur yang sering dilintasi truk-truk besar,” tambahnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai kondisi pengemudi maupun estimasi kerugian materiil akibat insiden tersebut.

Namun peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan soal kualitas pengawasan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Aktivis Forum Persatuan Pemuda Neglasari, Thorik Arfansyah, menilai dugaan faktor infrastruktur tidak boleh diabaikan.

“Jika benar terjadi ambles dan belum ada penanganan serius, maka ini bisa dikategorikan sebagai kelalaian dalam pemeliharaan jalan. Pemerintah daerah wajib memastikan jalur distribusi logistik aman dilalui, terlebih pada malam hingga dini hari ketika visibilitas terbatas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya audit teknis menyeluruh pada ruas-ruas jalan yang kerap dilintasi kendaraan bertonase besar.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada faktor pengemudi, tetapi juga pada kualitas dan ketahanan infrastruktur.

Masyarakat berharap adanya respons cepat berupa pengecekan struktur tanah, perbaikan permanen, serta pemasangan rambu peringatan di titik rawan guna mencegah insiden serupa terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *