Karang Taruna dan Pemuda Kecamatan Mauk Tanam 1.000 Pohon di TPA Jatiwaringin

Kabupaten Tangerang – Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Karang Taruna Kecamatan Mauk menggelar kegiatan penanaman 1.000 pohon di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (31/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata pemuda terhadap program Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam upaya pelestarian lingkungan dan penanganan lahan kritis.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan secara simbolis dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, hingga kelompok masyarakat sekitar.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Mauk yang diwakili oleh Fikri menyampaikan bahwa penanaman pohon ini merupakan wujud kepedulian pemuda terhadap lingkungan hidup sekaligus komitmen Karang Taruna dalam mendukung program penghijauan pemerintah daerah.

“Penanaman pohon ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi lingkungan di sekitar TPA Jatiwaringin, tetapi juga bagi masyarakat Kecamatan Mauk secara umum,” ujar Fikri.

Sejumlah tokoh dan pejabat turut dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Karang Taruna Kabupaten Tangerang, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Camat Mauk, Kepala UPT 8, Ketua APDESI Kecamatan Mauk, serta unsur terkait lainnya.

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan aksi nyata cinta bumi yang dilakukan oleh Karang Taruna bersama kelompok masyarakat.

“Kegiatan hari ini mungkin terlihat sederhana, namun memiliki dampak baik bagi masyarakat lokal. Mudah-mudahan pohon yang ditanam dapat tumbuh besar dan bermanfaat, karena ini merupakan amanat untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Partai Demokrat Dapil 2, Aida, mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Kecamatan Mauk dan para pemuda yang telah menggagas penanaman 1.000 bibit pohon tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Karang Taruna dan pemuda yang memiliki ide kreatif ini. Semoga penanaman pohon ini dapat membantu mengurangi potensi banjir di wilayah Kecamatan Mauk,” katanya.

Namun demikian, Aida juga menyoroti kondisi infrastruktur di sekitar TPA Jatiwaringin yang masih perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, masih terdapat jalan rusak dan kondisi tanah licin saat hujan yang membahayakan pengguna jalan.

“Walaupun kita memakai banyak masker, bau tetap tercium. Tapi jika infrastruktur diperbaiki dengan baik, lingkungan bersih, dan tertata rapi, tentu akan memberikan kenyamanan dan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Ketua Kelompok Masyarakat Jati Raya (Pokmas) Jati Raya, Anwar Ota, mengatakan pihaknya turut mendukung penuh kegiatan tersebut dengan mengerahkan sekitar 20 anggota untuk ikut serta dalam penanaman pohon.

“Kegiatan ini sangat positif dan harus terus berjalan. Penghijauan di sekitar TPA Jatiwaringin tidak boleh berhenti hari ini saja, ke depan harus ditingkatkan dengan jumlah penanaman yang lebih banyak,” ujarnya.

Ia juga menyinggung Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang merupakan Program Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Menurutnya, program tersebut harus dijalankan secara optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“PSEL adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik. PLN pada tahun 2026 diharapkan dapat mempercepat konstruksi dalam waktu 24 bulan untuk TPA Jatiwaringin, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *