
Kota Tangerang – Kemacetan panjang kembali terjadi di kawasan Lampu Merah M1, Kota Tangerang.
Antrean kendaraan tampak mengular dan menghambat arus lalu lintas, khususnya pada jam sibuk, sehingga menimbulkan keluhan dari pengguna jalan yang setiap hari melintasi lokasi tersebut.
Seorang pengguna jalan yang merupakan warga sekitar menyampaikan bahwa kemacetan di titik tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan lampu lalu lintas, tetapi juga oleh kondisi jalan yang menyempit akibat aktivitas di pinggir jalan dan trotoar.
“Kalau menurut saya, yang bikin macet itu bukan cuma lampu merahnya. Banyak aktivitas di pinggir jalan dan trotoar yang makan badan jalan. Harusnya yang ditertibkan dulu itu, baru lampu merahnya bisa berfungsi. Sekarang malah jadi nggak efektif,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian badan jalan digunakan untuk aktivitas jual beli, sementara trotoar tidak sepenuhnya berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut menyebabkan ruang gerak kendaraan berkurang dan antrean semakin panjang ketika lampu lalu lintas menyala merah.
Ketua Forum Persatuan Pemuda Neglasari, Thorikarfansyah, menilai kemacetan di Lampu Merah M1 perlu dilihat secara menyeluruh, tidak parsial.
Menurutnya, penanganan lalu lintas harus dibarengi dengan penertiban ruang jalan.
“Lampu merah seharusnya menjadi alat pengendali dan pencegah kemacetan. Namun, jika kondisi badan jalan dan trotoar tidak tertib, maka pengaturan lampu lalu lintas menjadi tidak efektif,” kata Thorikarfansyah.
Ia mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi terpadu, baik terhadap pengaturan lampu lalu lintas maupun penataan aktivitas di pinggir jalan, agar fungsi jalan dapat kembali optimal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai langkah evaluasi maupun penertiban di kawasan Lampu Merah M1.
















