Galian Kabel Gaskom Disorot, Diduga Mengabaikan Aspek Keselamatan Pekerja

Kota Tangerang – Pekerjaan galian kabel jaringan gas komunikasi (gaskom) di Kota Tangerang kembali menuai perhatian setelah ditemukan lubang terbuka, rongga tanah di bawah kanstin, serta kondisi kerja di lapangan yang dinilai belum sepenuhnya memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat galian dengan kedalaman tertentu masih terbuka, tanah hasil galian menumpuk di sekitar area, serta pekerja berada di dalam lubang galian tanpa perlengkapan pengaman yang memadai.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa selain persoalan pemulihan pasca pekerjaan, aspek K3 juga perlu menjadi perhatian serius.

Aktivis Kota Tangerang, Thorikarfansyah, menyampaikan bahwa persoalan galian utilitas tidak bisa hanya dilihat dari sisi izin administrasi semata, melainkan juga dari pengawasan pasca penggalian dan pemenuhan SOP di lapangan, termasuk K3.

“Ketika izin sudah diberikan, seharusnya dinas terkait juga melakukan investigasi langsung ke lokasi, baik saat pekerjaan berlangsung maupun setelah selesai, untuk memastikan seluruh syarat sah dalam perjanjian dan rekomendasi teknis dijalankan, termasuk keselamatan pekerja dan pemulihan lokasi,” ujar Thorikarfansyah.

Ia menjelaskan, sesuai SOP pekerjaan utilitas bawah tanah, pelaksana wajib menerapkan standar K3 selama pekerjaan berlangsung serta menutup kembali galian, memadatkan tanah, dan mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula setelah pekerjaan selesai.

Namun, fakta lapangan menunjukkan masih adanya lubang terbuka dan rongga tanah yang berpotensi menimbulkan risiko.

Menurutnya, praktik galian yang ditinggalkan tanpa pemulihan sempurna kerap terjadi dan berulang di sejumlah lokasi.

Karena itu, ia mendorong agar dinas terkait memperketat pemberian izin dan pengawasan, sehingga pekerjaan galian tidak ditinggalkan begitu saja setelah selesai.

“Jangan sampai setelah pekerjaan selesai, lokasi dibiarkan tanpa pemulihan dan tanpa pengamanan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal keselamatan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana pekerjaan maupun dinas terkait mengenai evaluasi lapangan dan tindak lanjut atas kondisi galian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *