Warga Keluhkan Penanganan RS Ar Rahmah, Benjolan Kaki Pasien Justru Membesar Pasca Operasi

Kota Tangerang – Penanganan medis di Rumah Sakit Ar Rahmah menuai keluhan serius dari warga. Seorang pasien perempuan atas nama nyonya Harsini yang awalnya hanya mengalami benjolan kecil di bagian kaki, justru mengalami kondisi yang semakin memburuk setelah menjalani tindakan operasi.

Menurut keterangan keluarga, pasien pertama kali ditangani oleh dr. Aji di RS Ar Rahmah. Namun alih-alih sembuh, kondisi benjolan tersebut justru semakin membesar pasca operasi, memicu kekhawatiran serius dari pihak keluarga.

“Awalnya cuma benjolan kecil, kami pikir operasi itu solusi. Tapi setelah ditangani dokter Aji, bukan sembuh malah makin parah dan membesar. Kami sangat terpukul,” ujar suami pasien dengan nada kecewa.

Melihat kondisi yang terus memburuk, pihak keluarga akhirnya membawa pasien ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Namun harapan kembali pupus setelah pihak RSUD menyatakan keterbatasan fasilitas medis.

“Di RSUD kami diberitahu kalau alatnya tidak ada. Padahal kondisi istri saya sudah sangat membutuhkan penanganan cepat,” lanjutnya.

Pasien kemudian dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sayangnya, rujukan ke rumah sakit rujukan nasional tersebut juga dinilai tidak memberikan hasil yang diharapkan. Keluarga mengaku pasien hanya menjalani proses pemindaian (scan) dan pengambilan sampel darah tanpa penanganan medis lanjutan yang signifikan.

“Di RSCM cuma di-scan dan diambil darah, setelah itu tidak ada tindakan jelas. Kami sangat menyayangkan, sekelas rumah sakit besar tapi istri saya seperti dibiarkan,” tegas sang suami.

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius terkait akurasi diagnosis awal, prosedur operasi, serta sistem rujukan antar rumah sakit. Keluarga pasien berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap tenaga medis dan manajemen rumah sakit yang terlibat, agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan korban lain.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Ar Rahman, RSUD Kabupaten Tangerang, maupun RSCM belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *