Obrolan Seorang Teman Ungkap Warga Pribumi Masih Kurang Diberdayakan di Dunia Industri

Kota Tangerang — Sebuah obrolan ringan antara dua teman di sebuah warung kopi kawasan Batuceper membawa sudut pandang baru mengenai kondisi warga pribumi dalam dunia kerja industri. Dalam percakapan itu, salah satu teman bercerita tentang rekan-rekannya yang merasa masih tertinggal ketika bersaing mendapatkan pekerjaan di sektor perindustrian.

Sumber utama dalam obrolan tersebut, Purkon, mengungkapkan bahwa banyak teman-temannya yang berasal dari warga pribumi memiliki kemampuan baik, namun kurang mendapat dukungan dan pemberdayaan dari pihak yang berwenang di bidang ketenagakerjaan.

“Teman-teman saya sebenarnya mau bekerja dan punya kemauan kuat. Sayangnya, mereka belum diberdayakan dengan benar oleh pihak yang seharusnya membantu. Banyak yang tidak pernah mendapat pelatihan atau arahan tentang peluang kerja industri,” kata purkon

Kurangnya Pelatihan dan Informasi untuk Warga Lokal

Purkon bercerita bahwa beberapa temannya sering merasa tertinggal bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak mendapatkan akses pembinaan yang jelas. Menurutnya, pelatihan industri yang tersedia lebih banyak diakses oleh pihak dari luar daerah yang sudah memiliki keterampilan siap pakai.

“Ada lowongan kerja, tapi teman-teman saya jarang tahu infonya. Kadang mereka malah baru dengar setelah pendaftarannya ditutup. Jadi mereka tidak punya kesempatan yang sama untuk memanpaatkan peluang,” jelas Purkon.

Industri Tumbuh, Namun Warga Sekitar Belum Ikut Maju

Dalam obrolannya, purkon menyampaikan bahwa kemajuan kawasan industri belum sepenuhnya dirasakan oleh warga pribumi. Banyak dari mereka ingin bekerja di pabrik atau perusahaan sekitar, tetapi terkendala kurangnya sertifikat, keterampilan teknis, dan pendampingan resmi.

“Industri sudah naik kelas, tapi pembinaan untuk warga pribumi tidak ikut berkembang. Akhirnya, teman-teman saya lebih sering kalah bersaing dengan pendatang yang sudah terbiasa dengan lingkungan industri,” tuturnya.

Harapan purkon untuk Teman-Temannya

Purkon berharap pemerintah dan perusahaan lebih memerhatikan pemberdayaan warga lokal melalui pelatihan, magang, hingga jalur rekrutmen yang lebih mudah dijangkau masyarakat sekitar.

“Saya ingin teman-teman saya punya kesempatan yang sama. Kalau diberi pelatihan dan dibimbing, mereka pasti bisa bersaing. Potensinya ada, tinggal bagaimana dibantu untuk berkembang,” ujar Purkon dengan optimis.

Obrolan sederhana itu pada akhirnya membuka gambaran nyata tentang tantangan warga pribumi dalam memperoleh pekerjaan di sektor industri, sekaligus harapan agar mereka dapat lebih diberdayakan untuk menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *