Budaya  

Ustadz Ahmad Thobari, S.Pd.I Kupas Sejarah dan Kebudayaan Batuceper–Benda: Warisan Lokal yang Harus Dijaga

Tangerang — Tintaota.com Kearifan lokal kembali menjadi sorotan dalam sebuah forum budaya yang digelar di wilayah Kecamatan Batuceper.

Tokoh agama dan pemerhati sejarah lokal, Ustadz Ahmad Thobari, S.Pd.I, menyampaikan pemaparan mendalam mengenai sejarah dan kebudayaan Batuceper dan Benda yang dinilai mulai terlupakan oleh generasi saat ini.

Sejarah Batuceper–Benda yang Sarat Nilai

Dalam penyampaiannya, Ustadz Ahmad Thobari menjelaskan bahwa wilayah Batuceper dan Benda merupakan kawasan yang sejak masa kolonial telah menjadi jalur perdagangan dan pusat kehidupan masyarakat Betawi.Batuceper dikenal sebagai kawasan agraris dan perdagangan kecil, sementara Benda berkembang sebagai pusat pendidikan agama dan tempat berkumpulnya para ulama besar di Tangerang.

“Batuceper dan Benda bukan sekadar wilayah perkotaan. Keduanya menyimpan sejarah panjang, identitas kuat, serta peradaban budaya yang penting untuk dipahami,” ujar Ustadz Ahmad Thobari.

Ia menambahkan bahwa banyak tradisi lama yang kini hanya tersisa dalam cerita lisan, mulai dari pola permukiman lama, cerita tokoh kampung, hingga hubungan antar warga yang sarat nilai sosial.

Kebudayaan Lokal yang Hampir Tergerus

Kebudayaan Betawi yang mengakar kuat di wilayah ini menjadi fokus pembahasan.

Menurut Ustadz Thobari, sejumlah kesenian dan adat masih dijumpai, namun keberadaannya semakin terpinggirkan oleh perkembangan zaman.

Di antara budaya tersebut adalah:

Tradisi Palang Pintu dalam acara pernikahan

Pantun dan syair Betawi sebagai bentuk komunikasi tradisional

Kuliner khas Betawi, , dodol Betawi, dan bir pletok

Kesenian kosidah, Rebana hingga HadrahTradisi pengajian kampung yang mengakar sejak puluhan tahun lalu

“Kebudayaan ini bukan hanya seni, tetapi jati diri masyarakat Batuceper dan Benda. Jika tidak dijaga, kita bisa kehilangan warisan yang membentuk karakter daerah ini,” tegas Ustadz Thobari.

Peran Pemuda dalam Pelestarian Budaya

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad Thobari juga mengajak para pemuda agar tidak hanya menjadi penonton dalam pelestarian budaya lokal.

Menurutnya, pemuda harus berada di garis depan untuk menghidupkan kembali tradisi yang mulai pudar.

“Pemuda hari ini harus memahami sejarah tempatnya berpijak. Identitas lokal adalah modal penting untuk membangun masyarakat yang maju dan berkarakter,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya dokumentasi sejarah lokal, penguatan sanggar seni, hingga penyelenggaraan festival budaya sebagai langkah konkret menjaga keberlanjutan budaya Batuceper–Benda.

Harapan untuk Pemerintah dan Masyarakat

Di akhir acara, Ustadz Thobari menyerukan agar pemerintah setempat lebih aktif mendorong program pelestarian budaya, baik melalui kegiatan edukasi, revitalisasi situs sejarah, maupun pembinaan terhadap komunitas budaya.

“Pelestarian budaya bukan hanya tugas tokoh atau seniman, tetapi tugas semua lapisan masyarakat,” tutupnya.

Acara tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta yang menilai bahwa pengenalan sejarah lokal sangat penting di tengah arus modernisasi dan perkembangan kota Tangerang yang semakin dinamis.

Penulis: AhmadEditor: Ripal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *