Budaya  

Jawara Benteng Kota Tangerang Gelar Buka Puasa Bersama, Camat Batuceper Dorong Pelestarian Budaya Betawi

Organisasi Jawara Benteng Kota Tangerang menggelar acara buka puasa bersama pada Minggu (8/3/2026). Tintakota. com/Fiqri

UjianKota Tangerang – Organisasi Jawara Benteng Kota Tangerang menggelar acara buka puasa bersama pada Minggu (8/3/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini turut dihadiri oleh Camat Batuceper, Ghufron, serta para pengurus dan anggota Jawara Benteng dari berbagai kecamatan di Kota Tangerang.

Acara yang digelar di tengah suasana hujan yang melanda Kota Tangerang ini tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat peran jawara dalam menjaga budaya Betawi di Kota Tangerang.

Ketua Umum Jawara Benteng Kota Tangerang, Bang Syam Pitung, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama tersebut.

“Kami dari pengurus Jawara Benteng Kota Tangerang mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara buka puasa bersama ini. Semoga panitia diberikan kelancaran rezeki dan dimudahkan jodohnya. Mudah-mudahan kebersamaan kita di sini mendapat ridho dari Allah SWT, walaupun saat ini Kota Tangerang sedang dilanda hujan yang menyebabkan beberapa wilayah mengalami banjir, namun tidak mengurangi semangat silaturahmi kita,” ujar Bang Syam Pitung.

Sementara itu, Camat Batuceper Ghufron dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya Betawi, khususnya yang dilakukan oleh komunitas Jawara Benteng.

“Hari ini kita berkumpul untuk buka puasa bersama. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi budaya Betawi yang terus dilestarikan. Saya sangat mendukung kegiatan kebudayaan Betawi, apalagi ini dilakukan oleh Jawara Benteng,” ungkapnya.

Ghufron juga menyebutkan bahwa keberadaan jawara memiliki potensi besar sebagai kekuatan sosial yang mampu menjaga nilai-nilai budaya sekaligus menjadi bagian dari kekuatan masyarakat.

“Bayangkan jika dari 13 kecamatan di Kota Tangerang para jawara bisa berkumpul dan bersatu. Bahkan ada wacana ke depan bahwa ASN bisa menjadi komponen cadangan negara. Jawara juga bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keamanan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar komunitas Jawara Benteng memiliki markas besar atau pusat kegiatan yang bisa menjadi tempat berkumpul serta menggelar berbagai kegiatan budaya.

“Mabes Jawara Benteng sebaiknya ada di satu titik agar setiap ada kegiatan bisa terpusat di sana. Di Kecamatan Batuceper ada Kampung Beksi yang potensinya bisa dikembangkan menjadi padepokan besar Beksi, sehingga ketika ada kegiatan budaya kita bisa membuat panggung dan acara di tempat itu,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Ghufron menegaskan pentingnya menjaga nilai moral dan budaya yang menjadi identitas Kota Tangerang.

“Saya titip kepada para jawara se-Kota Tangerang agar memiliki markas besar dan terus menjaga serta melestarikan kebudayaan Betawi. Jika ada kegiatan yang melibatkan kecamatan, saya terbuka untuk menerima aspirasi. Yang terpenting kita semua tetap menjaga moto Kota Tangerang yaitu Akhlakul Karimah,” pungkasnya.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut diakhiri dengan doa bersama serta ramah tamah antaranggota Jawara Benteng dari berbagai kecamatan, yang semakin mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *