Tintakota.com – PSIM Yogyakarta menunjukkan mental baja saat berhasil menahan imbang Semen Padang FC meski harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Laga berlangsung sengit setelah Fahreza Sudin diganjar kartu merah pada menit ke-38.
Keputusan wasit mengeluarkan kartu merah membuat PSIM berada dalam tekanan. Bermain dengan kekurangan satu pemain selama lebih dari satu babak bukan situasi mudah, terlebih menghadapi tekanan tuan rumah yang terus menggempur pertahanan.
Namun, Laskar Mataram tampil disiplin dan solid. Barisan pertahanan bekerja ekstra keras menutup ruang gerak lawan, sementara lini tengah berupaya menjaga tempo permainan agar tidak sepenuhnya dikuasai Semen Padang.
Meski terus ditekan, PSIM mampu mempertahankan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil imbang ini terasa seperti kemenangan tersendiri, mengingat perjuangan mereka bertahan dengan 10 pemain.
Tambahan satu poin menjadi modal penting bagi PSIM dalam persaingan di papan klasemen, sekaligus membuktikan karakter dan semangat juang tim yang tak mudah menyerah.
















