Kota Tangerang – Kisah haru dan penuh keberanian datang dari peristiwa tenggelamnya seorang pelajar di bawah Jembatan Ampera, Kota Tangerang. Korban diketahui bernama Almarhum Airlangga Febrian (11/12 tahun), siswa kelas 1 SMPN 26 Kota Tangerang.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban berusaha menolong temannya yang tercebur ke aliran air di bawah Jembatan Ampera. Berkat keberanian Airlangga, temannya berhasil diselamatkan. Namun nahas, Airlangga justru terseret arus dan tenggelam.
Tim SAR bersama relawan dan warga langsung melakukan pencarian sejak korban dilaporkan hilang. Setelah proses pencarian yang cukup menegangkan, jasad korban akhirnya ditemukan pada Selasa, 10 Maret 2026 sekitar pukul 10.05 WIB oleh tim SAR gabungan.
Salah satu anggota tim SAR yang ikut dalam proses pencarian, Toing, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran air di sekitar lokasi kejadian hingga beberapa titik yang diduga menjadi tempat korban terbawa arus.
“Kami bersama tim SAR dan relawan melakukan penyisiran sejak pagi hari. Alhamdulillah sekitar pukul 10.05 WIB korban berhasil ditemukan. Dari informasi yang kami terima, korban tenggelam saat berusaha menolong temannya yang tercebur. Ini tindakan yang sangat berani dari seorang anak seusianya,” ujar Toing.
Ia juga menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tambahnya.
Airlangga dikenal sebagai anak yang baik dan pemberani. Tindakannya menolong teman dalam kondisi berbahaya menjadi bukti keberanian dan kepedulian yang luar biasa meski usianya masih sangat muda.
Saat ini rumah duka berada di Komplek Taman Jaya, Poris, Kota Tangerang, tempat keluarga, kerabat, dan warga sekitar berkumpul untuk memberikan doa serta penghormatan terakhir kepada almarhum.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, teman sekolah, serta masyarakat sekitar. Banyak warga menyebut Airlangga sebagai “pahlawan kecil” karena keberaniannya mengorbankan diri demi menyelamatkan orang lain.
















