Tintakota.com – Praktik operasional kebersihan di area publik Bandara Internasional Soekarno-Hatta disorot. Seorang petugas kebersihan (cleaning service) terekam kamera diduga mengambil dan memanfaatkan air dari kolam hias outdoor untuk aktivitas pengepelan lantai pada Jumat (28/8/2026) dini hari sekitar pukul 04.12 WIB.
Kejadian tersebut berlangsung di area taman terbuka bandara. Berdasarkan pengamatan di lokasi, petugas tampak menyelupkan kain pel dan menampung air dari kolam hias yang kondisinya cenderung keruh ke dalam ember operasionalnya.
Hal ini memicu kekhawatiran terkait standar sanitasi dan kebersihan fasilitas penerbangan tersebut. Air kolam hias outdoor yang bersifat terbuka berpotensi mengandung berbagai kontaminan dan endapan, sehingga pengguna jasa mempertanyakan kelayakannya apabila benar digunakan untuk kegiatan pembersihan fasilitas umum.
Salah seorang pengunjung bandara yang enggan disebutkan namanya menilai kejadian tersebut perlu segera diklarifikasi oleh pihak pengelola bandara dan perusahaan penyedia jasa kebersihan.
“Kalau benar air kolam dipakai untuk mengepel, ini sangat disayangkan. Bandara adalah tempat umum dengan mobilitas orang yang sangat tinggi. Kebersihan seharusnya menjadi prioritas dan dilakukan menggunakan air serta perlengkapan yang layak,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihak pengelola tidak boleh menganggap persoalan tersebut sebagai hal sepele, mengingat Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu pintu gerbang utama Indonesia.
“Jangan sampai fasilitas yang terlihat bersih hanya sebatas tampilan. Standar kebersihannya juga harus benar-benar diperhatikan. Pengelola harus mengevaluasi petugas dan sistem pengawasannya. Kalau ada SOP, harus dipastikan SOP itu benar-benar dijalankan, bukan hanya menjadi aturan di atas kertas,” tegasnya.
Pengunjung tersebut juga mempertanyakan ketersediaan fasilitas pendukung bagi petugas kebersihan, termasuk akses air bersih untuk kebutuhan operasional.
“Perlu dicek juga, apakah petugas memang mendapatkan fasilitas air bersih yang cukup atau justru ada persoalan dalam sistem operasionalnya. Jangan hanya menyalahkan petugas di lapangan, tetapi pengawasan dan penyediaan sarana juga harus dievaluasi,” tambahnya.
Peristiwa ini memicu pertanyaan terkait efektivitas pengawasan serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh pihak pengelola maupun perusahaan penyedia jasa kebersihan mitra bandara.
Masyarakat pun berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan dan melakukan pengecekan atas dugaan tersebut guna memastikan standar kebersihan dan sanitasi di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap terjaga.
















