Tintakota.com – Kondisi pembangunan Alun-Alun Pesawat yang berada di wilayah Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, menuai sorotan publik. Proyek yang sebelumnya digadang-gadang menjadi ruang terbuka dan ikon baru bagi masyarakat itu kini diduga mangkrak dan belum menunjukkan aktivitas pembangunan yang signifikan.
Warga sekitar mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut karena lokasi terlihat terbengkalai dan tidak adanya papan informasi yang menjelaskan secara rinci terkait nilai anggaran, sumber dana, maupun target penyelesaian pekerjaan. Situasi ini memunculkan dugaan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek pembangunan tersebut.
Aktivis Kota Tangerang, Thorik Arfansyah, angkat bicara terkait kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah harus terbuka kepada masyarakat mengenai penggunaan anggaran dan progres pembangunan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah publik.
“Kalau memang proyek ini masih berjalan, sampaikan kepada masyarakat progresnya seperti apa. Jangan sampai muncul kesan proyek dibiarkan mangkrak tanpa kejelasan. Transparansi anggaran itu penting karena ini menggunakan uang rakyat,” ujar Thorik saat dimintai tanggapannya.
Menurutnya, keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap instansi pemerintah, terlebih dalam proyek pembangunan fasilitas umum yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Thorik juga meminta aparat pengawasan internal maupun pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap proyek tersebut apabila ditemukan keterlambatan atau dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pembangunan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi proyek Alun-Alun Pesawat tersebut, termasuk menjelaskan besaran anggaran, pelaksana kegiatan, serta target penyelesaian pembangunan agar tidak menjadi polemik berkepanjangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan terhambatnya pembangunan Alun-Alun Pesawat di Kecamatan Benda tersebut.
















