Kota Tangerang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa menuai keluhan dari wali murid di MI At-Taqwa yang beralamat di Jl. KH. Mu’min RT 005/009, Belendung, Benda, Kota Tangerang 15123, di bawah naungan Yayasan Perguruan Islam At-Taqwa Daarul Mu’min.
Keluhan tersebut disampaikan terkait sajian makanan yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan, baik dari aspek kualitas, komposisi gizi, maupun penyajian yang seharusnya mencerminkan prinsip gizi seimbang bagi anak usia sekolah.
Salah satu wali murid menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut.
“Kami sebagai orang tua tentu berharap program ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Namun kenyataannya, sajian yang diterima belum mencerminkan standar gizi yang layak. Ini bukan hanya soal cukup makan, tapi soal kualitas yang menunjang tumbuh kembang anak,” ujar salah satu wali murid.
Secara normatif, program MBG seharusnya mengacu pada prinsip pemenuhan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral dalam komposisi yang memadai. Ketidaksesuaian dalam implementasi di lapangan menimbulkan pertanyaan terkait mekanisme pengawasan, kualitas distribusi, serta akuntabilitas pelaksanaan program.
Dalam perspektif pelayanan publik, kondisi ini berpotensi dikategorikan sebagai ketidakterpenuhinya standar pelayanan, yang berdampak langsung terhadap hak siswa sebagai penerima manfaat program.
Para wali murid berharap adanya evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh dari pihak penyelenggara maupun instansi terkait, agar program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata sesuai dengan tujuan awalnya.
Rilis ini menjadi penegasan bahwa program pemenuhan gizi anak harus dilaksanakan secara serius, terukur, dan bertanggung jawab, demi menjamin kualitas generasi penerus di masa depan.






