
JAKARTA – SUV listrik pendatang baru, Jaecoo J5 EV, mencuri perhatian publik otomotif Tanah Air. Meski baru resmi diluncurkan pada November lalu, jumlah pemesanan kendaraan ini diklaim telah menembus 10.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dalam waktu kurang dari dua bulan.
Lonjakan pemesanan tersebut menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap mobil listrik dengan desain premium dan harga yang kompetitif. Jaecoo J5 EV disebut-sebut menawarkan tampilan yang menyerupai SUV kelas atas, namun dengan banderol yang lebih terjangkau.
Country Director Jaecoo Indonesia, Zeng Shuo, menyampaikan bahwa tingginya animo pasar membuat pihaknya harus melakukan pengiriman unit secara bertahap.
“Respons masyarakat di luar ekspektasi kami. Saat ini pemesanan sudah menembus 10 ribu SPK, sehingga pengiriman kendaraan akan kami lakukan secara bertahap hingga Februari 2026,” ujar Zeng Shuo.
Salah satu faktor utama yang mendorong tingginya minat konsumen adalah harga perkenalan yang ditawarkan Jaecoo. Varian standar J5 EV dibanderol mulai Rp249,9 juta untuk 1.000 pembeli pertama, angka yang dinilai cukup agresif di segmen SUV listrik.
Dari sisi spesifikasi, Jaecoo J5 EV dibekali tenaga 207 daya kuda, jarak tempuh klaim hingga 470 kilometer, serta fitur fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 hingga 80 persen hanya dalam waktu 30 menit. Interiornya pun mengusung nuansa mewah dengan layar sentuh 13,2 inci dan panoramic roof.
Pengamat otomotif menilai fenomena ini tak lepas dari efek “mobil baru dengan harga kejutan”, namun tetap mengingatkan konsumen untuk bersikap cermat.
“SPK yang tinggi memang sinyal positif, tapi tantangan sesungguhnya ada pada konsistensi kualitas produk dan layanan purna jual. Itu yang akan menentukan apakah Jaecoo bisa bertahan lama di pasar Indonesia,” kata pengamat otomotif, Arief Prasetyo.
Dengan tingginya pemesanan, Jaecoo J5 EV kini menjadi salah satu SUV listrik yang paling diperbincangkan. Publik pun menanti, apakah antusiasme besar ini akan sejalan dengan performa kendaraan dan layanan setelah unit benar-benar mengaspal di jalan raya.
