Gibran Sebut Menu MBG Ditambah Pil Penambah Darah, Netizen Soroti Efektivitas Distribusi di Sekolah

JAKARTA — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

Salah satu langkah terbaru adalah dengan menambahkan pil penambah darah dalam program Menu Makanan Bergizi (MBG) yang diberikan di sekolah-sekolah.

Menurut Gibran, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan asupan gizi anak, khususnya remaja putri, tetap tercukupi.

“Makanan MBG kini ditambah dengan pil penambah darah untuk mencegah stunting,” kata Gibran dalam keterangannya.

Program pembagian pil penambah darah sejatinya bukan hal baru. Sejak lama, puskesmas menjadi penyalur utama suplemen tersebut ke sekolah-sekolah, dengan sasaran utama siswi yang sudah mulai mengalami menstruasi.

Tujuannya adalah untuk mencegah anemia yang berisiko terhadap tumbuh kembang anak dan potensi stunting di masa depan.

Namun, di media sosial, kebijakan ini menuai beragam tanggapan. Salah satu pengguna X (Twitter), @ariejaw, menulis komentar kritis:

“Pembagian pil penambah darah ke sekolah melalui puskesmas itu program dari lama. Sasaran utamanya siswi yang mulai mengalami menstruasi. Kalau program UKS sekolahnya berjalan baik bakal didistribusikan ke siswi yang membutuhkan, kalau nggak ya cuma menuh-menuhin lemari kantor.”

Komentar tersebut mendapat banyak perhatian warganet yang menyoroti lemahnya implementasi program kesehatan sekolah (UKS) di sejumlah daerah.

Banyak yang berharap, di bawah kepemimpinan Gibran, sistem distribusi dan pengawasan bisa lebih tepat sasaran agar program gizi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *