AMKEI Tangerang Raya Kecam Dugaan Rasisme Oknum Pimpinan Partai Solidaritas Indonesia terhadap Masyarakat Timur

DPW AMKEI Tangerang Raya Mendesak Keras Tindakan Rasisme Yang Dilakukan Oleh Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia

Kota Tangerang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) AMKEI Tangerang Raya menyampaikan sikap tegas terkait dugaan pernyataan bernuansa rasisme yang dilontarkan oleh salah satu petinggi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap masyarakat Indonesia Timur. Pernyataan tersebut dinilai tidak pantas dan berpotensi melukai rasa persatuan bangsa.

Ketua Umum DPW AMKEI Tangerang Raya, Bung Ical Sedubun, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan ucapan yang dinilai merendahkan kelompok tertentu.

“Kami menilai pernyataan tersebut tidak hanya tidak etis, tetapi juga mencederai nilai persatuan yang selama ini dijaga. Indonesia dibangun atas keberagaman, bukan perpecahan,” tegas Bung Ichal Sedubun.

AMKEI Tangerang Raya juga menyampaikan tiga poin sikap resmi, di antaranya:

1. Mendesak agar wakil ketua umum PSI yang bersangkutan segera dilengserkan dari jabatannya karena dianggap tidak mencerminkan etika kepemimpinan.

2. Menilai tindakan tersebut tidak menghargai perjuangan Presiden Joko Widodo yang selama ini berupaya menjaga persatuan dan mencegah konflik antar suku di Indonesia.

3. Menolak keras segala bentuk tindakan rasisme, khususnya yang menyasar masyarakat Indonesia Timur.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPW AMKEI Tangerang Raya, Yosua Letwory, menyatakan bahwa ucapan bernuansa diskriminatif sangat berbahaya jika dibiarkan.

“Kami tidak ingin ada ruang bagi rasisme di negeri ini. Indonesia Timur adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Pernyataan seperti ini bisa memicu konflik sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW AMKEI Tangerang Raya, BARDES YAUR YAAN menambahkan bahwa pihaknya meminta klarifikasi resmi serta permintaan maaf terbuka dari pihak terkait.

“Kami berharap ada tanggung jawab moral. Jika tidak, ini bisa menjadi preseden buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

AMKEI Tangerang Raya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan serta mengawal isu-isu yang berpotensi memecah belah bangsa, khususnya yang menyangkut diskriminasi dan rasisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *