Marak Kasus Pencurian Di Buaran Jati, FPDN Dorong Program Kamera Pemantau CCTV Untuk Keamanan Masyarakat

Marak Curanmor Di Kabupaten Tangerang Masyarakat di himbau hati-hati.

Kabupaten Tangerang, BANTEN – Kondisi minimnya sarana dan sistem pengamanan di Desa Buaran jati, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, menyebabkan angka kejadian pencurian terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Berbagai barang berharga seperti alat pertanian, peralatan elektronik, hingga kendaraan roda dua menjadi target utama pelaku kejahatan.

Menurut Warga Kp pabuaan letik Rt02 Rw 05, Agus, selama tiga bulan terakhir telah tercatat sebanyak 6 kasus pencurian yang dilaporkan ke Kepolisian setempat. “Kebanyakan terjadi pada malam hari disaat warga terlelap tidur. Kurangnya pencahayaan jalan raya, tidak adanya kamera pemantau, dan jumlah relawan keamanan yang terbatas menjadi faktor utama masalah ini, ” ujar agus kepada awak media pada hari Kamis (26/03).

Agus Juga menambahkan kalau seharusnya pihak Rt maupun Jaro tidak melupakan fungsi dan tupoksi nya . ” Ini Rt dan Jaro disini seperti tidak ada fungsi nya sudah tau kejadian berulang kali tapi tidak ada respon dan tindakan apapun , minimal di aktivkan lagi Ronda nya tambah Agus

Warga Kp pabuaran letik Rt 02/05, Hj iyah (56), mengaku rumah nya menjadi korban pembobolan pada sabtu pagi 21 Maret 2026 . “Kami kaget ketika pagi melihat rumah yang menjadi korban pembobolan . Minimnya kegiatan Siskamling serta pantauan kamera cctv lingkungan, jadi pelaku bisa dengan mudah masuk dan mengambil barang,” ungkapnya dengan kesal.

Kordinator FPDN (front pemuda desa nusantara) ” Shandi sangat prihatin atas kejadian seperti ini terjadi berulang – ulang di lingkungan desa buaran jati, sekaligus sangat kecewa dengan sikap kepala desa yang cenderung abai atas kondisi keamanan yg memprihatinkan tersebut. saya juga meminta kepada pihak pemerintah desa untuk menghidupkan kembali kegiatan Siskamling , serta tingkatkan keamanan melalu pemasangan kamera pemantau atau cctv di beberapa titik ungkap Shandi

Mau bagai manapun hal seperti ini menjadi tanggung jawab pemerintah desa, jangan sampai kades sebagai kepala pemerintah desa abai atas kejadian ini, harus kita pertanyakan orientasi kades memimpin apa, karena bertentangan dengan prinsip dasar pemerintahan desa itu sendiri.

Shandi juga sangat menyayangkan sikap kepala desa perihal masalah ini ,
” Kok bisa pihak desa tidak menganggarkan untuk kamera pemantau CCTV untuk keamanan masyarakat . Pungkas Shandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *