Wisata Taman Teluknaga Terbengkalai, Bukti Lemahnya Kebijakan Perawatan Aset Publik

Kabupaten Tangerang – Kondisi Taman Teluknaga yang berlokasi di Kampung Suka Bakti, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam masyarakat. Destinasi wisata yang sebelumnya tertata rapi dan menjadi ruang publik kebanggaan warga kini justru tampak terbengkalai, minim perawatan, dan kehilangan fungsi sosialnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan berbagai fasilitas taman mulai rusak dan tidak terawat. Cat jembatan pedestrian memudar, area taman dipenuhi rumput liar, serta sejumlah ornamen ikonik tidak lagi terawat sebagaimana mestinya.

Kondisi ini kontras dengan dokumentasi beberapa tahun lalu saat taman tersebut ramai dikunjungi warga dan wisatawan lokal.

Warga menilai terbengkalainya Taman Teluknaga mencerminkan lemahnya kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga dan mengelola aset publik, khususnya setelah proyek pembangunan selesai.

“Bangunnya pakai uang rakyat, tapi setelah jadi malah seperti tidak ada yang bertanggung jawab. Ini bukan sekadar taman rusak, tapi bukti perencanaan yang tidak berkelanjutan,” ujar AH, warga Teluknaga, Senin 5 Januari 2026 kepada awak media tintakota.com.

Kritik juga diarahkan pada pola kebijakan yang dinilai hanya berorientasi pada pembangunan fisik tanpa disertai skema pemeliharaan jangka panjang.

Warga menilai, banyak ruang publik dibangun untuk kepentingan seremonial, namun luput dari pengawasan dan alokasi anggaran perawatan rutin.

“Setiap tahun selalu ada proyek baru, tapi yang lama dibiarkan rusak. Seharusnya pemerintah punya komitmen perawatan, bukan hanya kejar pencitraan pembangunan,” kata warga lainnya.

Pengamat kebijakan publik menilai, kasus Taman Teluknaga merupakan gambaran umum persoalan tata kelola ruang publik di daerah.

Tanpa regulasi teknis pengelolaan dan pengawasan yang jelas, fasilitas umum rawan mangkrak dan menjadi pemborosan anggaran.

“Jika tidak ada evaluasi kebijakan dan audit pemanfaatan aset daerah, taman-taman seperti ini hanya akan jadi monumen kegagalan perencanaan,” ujarnya.

Masyarakat mendesak Pemkab Tangerang dan dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, membuka transparansi anggaran pemeliharaan, serta menentukan pihak penanggung jawab pengelolaan Taman Teluknaga.

Revitalisasi dinilai mendesak agar taman kembali berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, sarana rekreasi, dan pusat aktivitas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi pengelola terkait langkah konkret penanganan dan keberlanjutan pengelolaan Taman Teluknaga.

(Penulis : Rizki Ramadhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *