
Kota Tangerang – Pelayanan klaim BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang Cikokol, Kota Tangerang, dikeluhkan sejumlah warga.
Keluhan tersebut muncul karena antrean pengurusan BPJS kematian setiap harinya dibatasi hanya sekitar tujuh orang.
Warga menilai pembatasan tersebut tidak sebanding dengan tingginya kebutuhan masyarakat. Salah satu penyebab lamanya proses antrean disebut karena adanya sesi wawancara yang memakan waktu cukup panjang, bahkan bisa mencapai hampir satu jam untuk satu pemohon.
“Kami datang pagi-pagi, tapi yang dilayani hanya sedikit. Wawancaranya lama, satu orang bisa hampir satu jam. Akhirnya banyak warga yang tidak kebagian antrean,” keluh salah satu warga.
Kondisi ini dinilai menyulitkan keluarga ahli waris yang sedang berduka namun harus berhadapan dengan proses administrasi yang panjang.
“Setiap hari antreannya cuma sedikit, alasannya karena wawancara bisa hampir satu jam per orang. Tapi yang bikin heran, ada saja orang-orang tertentu yang bisa langsung masuk. Kami menduga ada jual beli tiket antrean yang dilakukan oleh oknum,” ujar warga tersebut, Sabtu 13 Desember 2025..
Ia menambahkan, kondisi ini sangat memberatkan keluarga ahli waris yang sedang mengurus klaim kematian di tengah suasana duka.
“Kasihan masyarakat kecil, sudah berduka, masih harus bolak-balik karena tidak kebagian antrean. Kalau benar ada permainan, ini jelas mencederai pelayanan publik,” tegasnya.
Warga mendesak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikokol untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem antrean, meningkatkan pengawasan internal, serta memastikan pelayanan berjalan adil dan transparan tanpa praktik percaloan.
Warga berharap pihak BPJS Ketenagakerjaan dapat mengevaluasi sistem pelayanan, menambah loket atau petugas, serta mempercepat proses wawancara agar pelayanan bisa lebih efektif dan manusiawi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikokol terkait keluhan tersebut.
















