Warga Keluhkan Aktivitas Music dan Kebisingan di Bantaran Kali

Kota Tangerang – Aktivitas hiburan malam yang berlangsung setiap hari di kawasan bantaran kali Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, dikeluhkan warga sekitar.

Kawasan yang merupakan pemukiman padat penduduk tersebut berubah menjadi tempat karaoke dan nongkrong malam hari, dengan suara musik dan keramaian terdengar sejak pukul 21.00 hingga 23.00 WIB.

Warga mengeluhkan, suara musik dan percakapan keras kerap mengganggu waktu istirahat malam. Kondisi ini dinilai semakin mengganggu bagi keluarga yang memiliki anak kecil dan lansia, yang membutuhkan waktu tidur lebih teratur.

“Suara musiknya keras, setelah musik berhenti obrolannya masih terdengar. Anak-anak jadi susah tidur,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain gangguan suara, warga juga mengeluhkan adanya temuan sampah botol minuman alkohol di sekitar lokasi.

Pada salah satu malam, terjadi keributan diduga akibat pengaruh alkohol sekitar pukul 01.30 WIB. Peristiwa itu menimbulkan rasa khawatir akan keamanan lingkungan.

Aktivitas hiburan malam tersebut diketahui berlangsung di atas jalan proyek yang belum dilanjutkan pembangunannya. Alih fungsi ruang publik ini dipertanyakan warga, sebab jalan proyek seharusnya memiliki fungsi mobilitas, bukan menjadi ruang hiburan malam.

“Ini soal ketertiban lingkungan dan penggunaan ruang publik. Kalau dibiarkan, siapa yang menanggung risikonya,” tanya warga lainnya.

Warga mengaku bingung bagaimana menyampaikan keberatan secara formal. Sebagian telah melaporkan aktivitas tersebut ke pihak berwenang, namun belum terlihat adanya penertiban di lapangan.

Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan ruang publik dan minimnya perhatian terhadap hak warga atas lingkungan yang nyaman dan sehat.

Warga berharap pemerintah dapat turun tangan untuk memastikan penataan ruang yang sesuai aturan serta menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Mereka menilai ruang publik seharusnya menghadirkan manfaat kolektif, bukan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *