Wali Kota Sachrudin Ajak Warga Perkuat Kebersamaan di HUT ke-33 Kota Tangerang Lewat “Tangerang Bersholawat”

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang

Dalam sambutannya, Wali Kota Sachrudin mengatakan kegiatan Tangerang Bersholawat ini rutin dilaksanakan, untuk menjadi ruang memohon keberkahan bagi Kota Tangerang yang terus bergerak, tumbuh, dan berbenah.

“Kegiatan Tangerang Bersholawat yang rutin kita laksanakan menjadi ruang memohon keberkahan bagi kota yang kita cintai ini. Kota Tangerang terus bergerak, terus tumbuh dan berbenah. Pembangunan jalan, peningkatan pelayanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan, hingga penyediaan ruang ibadah dan ruang terbuka hijau terus kita dorong agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke lingkungan terdekat masyarakat,” ujar Sachrudin.

Kendati demikian, , ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya ditopang oleh pembangunan fisik semata.

“Kita sadari, kemajuan kota tidak cukup ditopang oleh beton dan aspal semata. Kemajuan sejati memerlukan hati yang rukun, akhlak yang baik serta kepedulian antar sesama. Di sinilah sholawat memiliki makna yang dalam, merawat batin agar langkah kita tetap lurus,” tambahnya.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Sachrudin berharap suasana kebersamaan dalam lantunan sholawat dapat menjadi bekal spiritual bagi masyarakat.

“Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, bulan yang mengajak kita menahan diri, memperbaiki niat dan memperkuat empati. Saya berharap suasana sholawat malam ini dapat menjadi bekal bagi kita semua untuk menyambut Ramadan dengan hati yang lebih lapang dan jiwa yang tenang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sachrudin menekankan bahwa ibadah yang dijalankan tidak hanya berdampak secara pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, kota yang baik lahir dari masyarakat yang saling menguatkan dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Di usia ke-33 tahun, Sachrudin menyebut Kota Tangerang bukan lagi kota yang mencari jati diri, melainkan telah memahami arah pembangunan yang ingin dituju. Tugas bersama saat ini adalah menjaga ritme kebersamaan agar tetap terawat dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih cepat dan lebih ramah. Namun seluruh ikhtiar tersebut akan jauh lebih bermakna apabila berjalan seiring dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, keamanan, dan kerukunan lingkungan, serta merawat ruang-ruang ibadah dan kegiatan sosial sebagai tempat tumbuhnya nilai-nilai kebaikan.

Sachrudin turut menyampaikan apresiasi kepada para alim ulama, habaib, panitia, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia kembali menggelorakan semangat kolaborasi pembangunan melalui slogan “Kota Tangerang Ayo Bersama Membangun Kota”.

“Kota Tangerang adalah rumah kita yang perlu kita jaga dan rawat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Seluruh organisasikepemudaan, kemasyarakatan, sosial, politik, hingga organisasi keagamaan tidak bisa berdiri sendiri. Kota ini dibangun oleh kita bersama, oleh pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media. Inilah yang disebut kolaborasi pentahelix,” paparnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk mendorong anak-anak agar semangat belajar, memanfaatkan fasilitas pendidikan yang telah disediakan, serta memperhatikan pendidikan agama dan pergaulan lingkungan mereka.

“Anak muda adalah pemimpin masa depan. Mari kita ajak anak-anak kita membangun kota ini dengan semangat belajar. Sekolahkan mereka, ajarkan mengaji, dan perhatikan proses belajar serta lingkungan pergaulannya,” tutup Sachrudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *