Refleksi 33 Tahun Kota Tangerang Diwarnai Aksi Mahasiswa, SEMATA Soroti PJU hingga Jalan Rusak

oplus_0

Kota Tangerang – Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang yang diisi dengan pemusnahan minuman keras, Rapat Paripurna, ngabuburit bersama, hingga tarawih dan doa bersama, aksi demonstrasi mewarnai kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem), Sabtu (28/2/2026).

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Sentral Mahasiswa Tangerang (SEMATA) menggelar aksi bertepatan dengan momentum refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan.

Dalam orasinya, massa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Kota Tangerang, terutama terkait persoalan infrastruktur rusak, penanganan sampah, kabel provider yang semrawut, hingga penegakan hukum lingkungan yang dinilai belum maksimal.

Koordinator Lapangan (Korlap) SEMATA, Kholid Syafei, mengatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan Wakil Wali Kota untuk menyampaikan tuntutan tersebut.

“Tadi dari hasil pertemuan dengan Pak Wakil, ada beberapa yang memang sudah terjawab. Per hari ini Pak Wakil mengakui persoalan yang terjadi. Tapi kami tekankan, khususnya soal PJU (Penerangan Jalan Umum), agar segera diprioritaskan. Apalagi ini bulan Ramadan, kita khawatir ada gangster atau begal di jalan-jalan yang gelap,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah titik yang dinilai minim penerangan, seperti kawasan Tanah Gocap hingga jalan nasional di belakang Puspem yang disebutnya kerap gelap pada malam hari. Selain itu, jalan rusak juga menjadi keluhan utama masyarakat.

“Jalanan rusak yang sangat mengecewakan. Masa sudah 33 tahun persoalan itu tidak selesai? Tinggal kita lihat saja nanti,” tegasnya.

Kholid menegaskan, pihaknya akan terus mengawal tuntutan tersebut. “Kami tidak pernah tunduk oleh hal-hal yang sifatnya pragmatis. Kami akan selalu beriringan bersama keresahan masyarakat. Kalau ini tidak dijalankan, kami siap demo lagi. Tadi Pak Wakil bilang, boleh,” katanya.

Dalam aksinya, SEMATA menyampaikan lima tuntutan utama, yakni:

  1. Mendesak Pemerintah Kota Tangerang melakukan evaluasi terbuka dan menyeluruh.
  2. Menuntut percepatan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan rusak, sampah menumpuk, dan kabel provider semrawut.
  3. Menuntut penertiban dan penegakan hukum lingkungan secara tegas.
  4. Mendesak Wali Kota mencopot Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang.
  5. Memberikan “rapor merah” terhadap kepemimpinan Sachrudin–Maryono.

Salah satu massa aksi, Hilmi, menyebut demonstrasi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masa depan Kota Tangerang.

“Hari ini kami aksi bukan hanya melihat Kota Tangerang hari ini saja, tapi berkaca pada masa lalu dan menatap masa depan. Ini bentuk rasa sayang dan cinta kami kepada kemajuan kota,” ujarnya.

Ia juga menyinggung wacana pembangunan Kota Tangerang 20 tahun ke depan yang pernah dicanangkan pada era Wali Kota sebelumnya, Arief R. Wismansyah, dengan visi kota maju layaknya Hong Kong.

“Kota Tangerang harus bisa beradaptasi lebih cepat. Kami berharap pemerintah serius melihat berbagai persoalan tanpa tendensi. Harus ada perbaikan jangka panjang dan pengawasan yang fundamental,” tambahnya.

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Wali Kota Maryono Hasan menyatakan apresiasinya terhadap aspirasi mahasiswa.

“Alhamdulillah, mahasiswa adalah orang-orang akademis yang punya pemikiran tajam dan luas. Apa pun yang ada dalam mindset mereka adalah bagian dari kritik yang sangat maju untuk kami di Pemerintah Kota Tangerang,” ujarnya.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan tetap berjalan kondusif hingga selesai, sementara rangkaian kegiatan HUT ke-33 Kota Tangerang tetap berlanjut sesuai agenda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *