Proyek Lift Kaca Rp 200 Miliar di Pantai Kelingking Disetop Sementara, Warga Nilai Rusak Alam Bali

Nusa Penida, Bali — Proyek pembangunan lift kaca senilai Rp 200 miliar di Pantai Kelingking, Nusa Penida, resmi dihentikan sementara setelah menuai gelombang kritik publik dan aktivis lingkungan.

Lift kaca setinggi 182 meter yang dirancang untuk menghubungkan tebing atas ke area pantai bawah itu awalnya digadang-gadang akan menjadi ikon wisata baru Bali.

Namun, publik menilai proyek tersebut justru mengancam keaslian dan keindahan alam Pantai Kelingking yang selama ini dikenal karena panorama tebingnya yang alami dan menakjubkan.

Pemerintah Provinsi Bali melalui tim perizinan menegaskan bahwa penghentian proyek dilakukan karena adanya ketidaksesuaian izin lingkungan dan tata ruang.

“Kami menunda seluruh aktivitas pembangunan hingga seluruh perizinan diverifikasi ulang,” ujar salah satu pejabat Pemprov Bali, dikutip dari The Bali Sun, Minggu (9/11).

Kritik keras datang dari sejumlah tokoh lokal, termasuk pemerhati pariwisata Niluh Djelantik, yang menyebut proyek tersebut sebagai bentuk keserakahan industri pariwisata.

“Keindahan Kelingking adalah karena alamnya yang murni, bukan beton dan kaca,” ujarnya di akun media sosialnya.

Sejumlah wisatawan juga menyuarakan keberatan di platform X (Twitter), menilai proyek itu mengubah citra Bali dari wisata alam menjadi wisata buatan.

“Bali bukan taman bermain beton,” tulis salah satu pengguna.

Pihak investor menyatakan siap mengikuti prosedur hukum dan perizinan yang berlaku.

Namun hingga kini, belum ada kepastian apakah proyek senilai ratusan miliar itu akan dilanjutkan atau dibatalkan permanen.

Pantai Kelingking sendiri merupakan destinasi ikonik di Nusa Penida yang dikenal dengan tebingnya berbentuk kepala T-Rex, dan selama ini menjadi simbol keindahan alam liar Bali yang masih alami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *