Pasien RS Sari Asih Arrahman Kota Tangerang Keluhkan Antrean Obat Berjam-jam Tanpa Petugas

Berdasarkan pantauan dan keterangan dari beberapa pasien, kondisi di area pengambilan obat terlihat tidak tertib.

Tintakota.com – Pelayanan di bagian farmasi RS Sari Asih Arrahman, Kota Tangerang, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pasien mengeluhkan lamanya waktu tunggu pengambilan obat. Pasien mengaku harus mengantre selama berjam-jam tanpa adanya petugas yang mengatur jalannya antrean.

Berdasarkan pantauan dan keterangan dari beberapa pasien, kondisi di area pengambilan obat terlihat tidak tertib. Antrean yang seharusnya berjalan teratur justru tampak semrawut karena tidak adanya petugas yang berjaga untuk mengarahkan atau memastikan urutan pasien berjalan sesuai prosedur.

Salah satu pasien bahkan mengungkapkan bahwa dirinya telah menunggu sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, namun belum juga mendapatkan obat yang dibutuhkan. Kondisi ini memicu kekecewaan dan kelelahan, terutama bagi pasien yang sedang dalam kondisi tidak prima.

“Sudah dari tadi menunggu, tapi tidak ada kejelasan kapan dipanggil. Tidak ada juga petugas yang mengatur antrean, jadi kami bingung harus bagaimana,” ujar salah satu pasien yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pasien lainnya yang mengaku kelelahan menunggu dalam kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih. Mereka menilai, pelayanan yang lambat dan tidak terorganisir ini sangat tidak nyaman, bahkan berpotensi memperburuk kondisi pasien.

“Kalau orang sehat mungkin masih bisa menunggu lama, tapi ini pasien yang sakit. Harusnya ada perhatian lebih, apalagi untuk pengambilan obat yang menjadi tahap akhir sebelum pasien pulang,” kata pasien lainnya.

Selain lamanya antrean, tidak adanya sistem informasi yang jelas terkait estimasi waktu tunggu juga menjadi sorotan.

Pasien berharap adanya transparansi dan sistem antrean yang lebih modern, seperti penggunaan nomor antrean digital atau kehadiran petugas khusus yang bertanggung jawab mengatur alur pengambilan obat.

Pengamat pelayanan publik menilai bahwa kondisi ini mencerminkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pelayanan di fasilitas kesehatan.

Rumah sakit sebagai penyedia layanan publik dituntut untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan manusiawi, terutama dalam situasi pasien yang membutuhkan penanganan segera.

Sejumlah keluarga pasien juga mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kondisi tersebut. Mereka berharap pihak rumah sakit dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem pelayanan, termasuk menambah jumlah petugas di jam-jam sibuk serta memperbaiki manajemen antrean.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RS Sari Asih Arrahman, Kota Tangerang, terkait keluhan pasien tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak manajemen rumah sakit agar kejadian serupa tidak terus berulang. Pelayanan kesehatan yang optimal dan tertata rapi dinilai menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi demi menjaga kepercayaan publik serta kualitas layanan kepada pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *