Kota Tangerang – Citra Kota Tangerang sebagai kota yang mengusung nilai Akhlakul Karimah kembali dipertanyakan. Pasalnya, warga di kawasan Kecamatan Batu Ceper, tepatnya di Kelurahan Kebon Besar, dihebohkan dengan ditemukannya alat kontrasepsi (kondom) yang berserakan di lingkungan Apartemen Avennu.
Temuan tersebut memicu keresahan warga sekitar yang menilai adanya dugaan aktivitas yang tidak sesuai dengan norma sosial dan nilai religius yang selama ini dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kota Tangerang.
Sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran bahwa keberadaan apartemen yang seharusnya menjadi hunian nyaman justru berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas yang melanggar norma. Minimnya pengawasan dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi tersebut.
“Ini sangat meresahkan. Kota Tangerang dikenal sebagai kota Akhlakul Karimah, tapi kalau hal seperti ini dibiarkan, jelas mencoreng citra itu sendiri. Kami minta ada tindakan tegas dari pihak terkait,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga mendesak aparat pemerintah, mulai dari tingkat kelurahan hingga dinas terkait, untuk turun langsung melakukan sidak serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas di lingkungan apartemen tersebut.
Selain itu, pengelola apartemen dinilai harus bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban dan memastikan penghuni mematuhi aturan yang berlaku. Tanpa pengawasan ketat, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terus berulang.
“Temuan kondom di lingkungan hunian vertikal seperti apartemen bukan sekadar persoalan sepele, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dan pembinaan moral di tengah masyarakat urban. Jika Pemerintah Kota Tangerang serius mempertahankan identitas sebagai kota Akhlakul Karimah, maka tindakan nyata, bukan sekadar slogan, harus segera dilakukan. Jangan sampai nilai religius hanya menjadi jargon tanpa implementasi di lapangan,” tegas seorang aktivis sosial setempat.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak baik pemerintah, pengelola properti, maupun masyarakat untuk bersama menjaga marwah kota agar tetap sejalan dengan nilai-nilai moral dan budaya yang dijunjung tinggi.


