
Kota Tangerang – Kondisi penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Benteng Betawi, Kota Tangerang, dikeluhkan masyarakat.
Pasalnya, sejak akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026 atau hampir dua pekan, lampu jalan di ruas vital tersebut dilaporkan mati total dan sebagian lainnya hanya menyala kedap-kedip.
Pantauan di lapangan menunjukkan, lampu jalan mulai mati sejak kawasan Stasiun Tanah Tinggi hingga Stasiun Batu Ceper.
Sementara itu, dari arah Batu Ceper menuju Stasiun Poris, kondisi lampu justru menyala tidak stabil sehingga menimbulkan kesan gelap dan rawan bagi pengguna jalan.
Koordinator Aliansi Temu Akademis Kota Tangerang (ARTEMIS), Iqbal, mempertanyakan lambannya respons dinas terkait terhadap persoalan tersebut.
Ia menilai, ruas Jalan Benteng Betawi merupakan jalur strategis yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Tangerang.
“Saya yakin banyak rekan-rekan dari dinas terkait yang setiap hari melewati ruas jalan ini. Tapi kenapa tidak ada perbaikan? Atau memang harus menunggu ada korban terlebih dahulu baru bekerja?” tegas Iqbal, Selasa 6 Januari 2026.
Menurutnya, persoalan tidak hanya berhenti pada penerangan jalan. Kondisi fisik jalan di Benteng Betawi juga dinilai membahayakan karena banyaknya tambalan aspal yang tidak rata dan terkesan asal-asalan.
“Yang terjadi itu bukan membenarkan jalan, tapi sekadar menambal. Tambalan tidak rata, ugal-ugalan, dan jelas membahayakan pengendara, terutama pada malam hari saat penerangan minim,” tambahnya.
Iqbal menekankan bahwa Jalan Benteng Betawi merupakan salah satu jalan sentral penghubung di Kota Tangerang.
Selain memiliki ruas yang cukup panjang, kawasan ini juga memiliki akses strategis karena terdapat stasiun commuter line serta Terminal Kota Tangerang, yang setiap hari dilalui ribuan masyarakat.
Atas kondisi tersebut, ARTEMIS mendesak Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar segera melakukan perbaikan menyeluruh dan bekerja lebih maksimal dalam memastikan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.
“Kami berharap Pemkot Tangerang tidak abai. Penerangan jalan dan kualitas infrastruktur bukan sekadar fasilitas, tapi menyangkut keselamatan publik,” pungkasnya.
















