Ketua Karang Taruna Kota Tangerang Respons Sorotan Rangkap Jabatan: “Tidak Ada Konflik Kepentingan”

Kota Tangerang – Ketua Karang Taruna Kota Tangerang, Adit, memberikan penjelasan terkait sorotan publik mengenai rangkap jabatan seorang lurah yang juga menjabat sebagai tingkat Ketua Karang Taruna Kecamatan Benda.

Polemik ini muncul setelah sejumlah pihak mempertanyakan potensi konflik kepentingan, khususnya dalam konteks penerapan kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN).

Adit menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan dari tintakota.com yang telah memberikan perhatian terhadap dinamika organisasi sosial kemasyarakatan tersebut.

“Terima kasih kepada teman-teman dari tintakota.com yang hari ini telah memberikan perhatian besar kepada Karang Taruna. Semoga silaturahmi yang terjalin ini membawa manfaat bagi kita semua,” ujar Adit.

Menurutnya, berdasarkan AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) Karang Taruna, tidak terdapat larangan mengenai rangkap jabatan satu tingkat di atasnya.

Dengan demikian, seorang pembina umum di tingkat kelurahan tetap diperbolehkan menjabat sebagai Ketua Karang Taruna di tingkat kecamatan.

“Saya meyakini bahwa tidak ada konflik kepentingan ketika seorang lurah sekaligus menjabat sebagai Ketua Karang Taruna tingkat kecamatan. Justru hal ini dapat menjadi langkah positif agar kolaborasi antara Karang Taruna dan pemerintah berjalan lebih kuat dan produktif,” tegasnya.

Meski demikian, di luar konteks AD/ART, muncul pandangan berbeda terkait keberadaan kode etik ASN, yang mensyaratkan netralitas serta menghindari segala bentuk kondisi yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.

Sejumlah pihak mengingatkan bahwa jabatan lurah sebagai pejabat pemerintahan memiliki batasan tertentu dalam berorganisasi agar tidak memengaruhi independensi kebijakan maupun pelayanan publik.

Kekhawatiran pun muncul apabila tugas kedinasan bercampur dengan aktivitas organisasi kepemudaan yang membutuhkan peran strategis dan pengambilan keputusan.

Adit menegaskan bahwa Karang Taruna tetap berkomitmen menjaga profesionalitas, serta terbuka terhadap evaluasi jika diperlukan.

“Mari bersama-sama membangun Kota Tangerang melalui gagasan, karya, dan kontribusi Karang Taruna. Kami siap berdialog apabila ada masukan demi kebaikan organisasi ini,” tutup Adit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *