Generasi Z Serukan Kebebasan Berpikir, Juditha: Jangan Sampai Era Soeharto Kembali Lagi

Jakarta, 9 November 2025 — Generasi muda Indonesia kini semakin berani menyuarakan pandangan politik dan menolak segala bentuk pembatasan kebebasan berekspresi.

Salah satu aktivis muda, Juditha, menegaskan bahwa trauma masa lalu pada era Orde Baru masih membekas dalam ingatan kolektif bangsa.

Dalam diskusi publik bertajuk “Suara Muda, Suara Perubahan”, Juditha menyampaikan pentingnya menjaga ruang kebebasan berpikir sebagai pilar utama demokrasi.

“Pada masa pemerintahan Soeharto, berbicara politik bisa berakibat fatal, bahkan seseorang bisa menghilang tanpa jejak. Itu trauma yang nyata bagi bangsa ini. Namun sekarang, kita tidak boleh takut lagi untuk berpikir dan bersuara,” ujar Juditha.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan situasi politik yang tampak stabil, tetapi diam-diam membatasi kebebasan publik.

“Jangan sampai era Soeharto kembali lagi, di mana kritik dianggap ancaman. Generasi Z harus berani melawan narasi yang salah dan terus memperjuangkan kebenaran,” tegasnya.

Menurut Juditha, keberanian berpikir kritis bukan bentuk perlawanan terhadap negara, melainkan wujud tanggung jawab generasi muda untuk menjaga demokrasi.

“Berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat adalah bentuk cinta terhadap Indonesia. Karena dari pikiran yang bebas dan terbuka, lahir perubahan yang sejati,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *