
DuniaDoha, Qatar – Harapan Indonesia U-17 untuk mencuri poin di laga kedua Piala Dunia U-17 2025 harus kandas setelah takluk dari Brasil U-17 dengan skor telak 0–4 di Aspire Zone Pitch 7, Doha, Jumat (7/11/2025) malam waktu setempat.
Sejak peluit awal dibunyikan, Brasil tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Indonesia.
Hasilnya, baru berjalan tiga menit, Eduardo berhasil membuka keunggulan lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan tendangan bebas.
Tekanan tak berhenti sampai di situ. Pada menit ke-34, sebuah insiden membuat Indonesia semakin terpuruk setelah Putu Panji melakukan gol bunuh diri.
Hanya lima menit berselang, Kayke Santos menambah luka dengan gol ketiga untuk Brasil.
Memasuki babak kedua, Garuda Muda berupaya keluar dari tekanan dan mencoba membangun serangan melalui umpan-umpan cepat, namun rapatnya pertahanan Brasil membuat upaya mereka selalu kandas.
Justru pada menit ke-79, Ruan Pablo memperbesar keunggulan Brasil dengan tembakan jarak jauh yang tak mampu dihalau kiper Indonesia.
Statistik memperlihatkan dominasi penuh dari tim Samba. Brasil mencatatkan 66% penguasaan bola dan enam tembakan tepat sasaran, sementara Indonesia belum mampu mencatatkan peluang berbahaya.
Meski demikian, beberapa kali aksi individu seperti pergerakan cepat dari Iqbal Giffari dan penyelamatan gemilang Kiper Nabil Asyura mendapat apresiasi dari penonton.
Pelatih Indonesia, Bima Sakti, mengakui bahwa laga ini menjadi pembelajaran besar bagi anak asuhnya.
“Brasil adalah tim besar dengan kualitas luar biasa. Namun anak-anak sudah berjuang maksimal. Ini bukan akhir, justru awal dari proses panjang membangun tim muda yang tangguh,” ujarnya seusai pertandingan.
Dengan hasil ini, Indonesia masih berada di dasar klasemen Grup H tanpa poin dari dua laga.
Sementara Brasil mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah memetik dua kemenangan beruntun.
Kendati kalah, semangat juang Garuda Muda tetap menuai pujian. Banyak pendukung di media sosial menyebut bahwa pengalaman menghadapi Brasil menjadi bekal penting untuk masa depan sepak bola Indonesia.
“Kita mungkin kalah skor, tapi menang pengalaman. Anak-anak kita baru belajar melawan tim kelas dunia,” tulis salah satu warganet di platform X (Twitter).
Kini, fokus Indonesia beralih ke laga terakhir grup yang akan menentukan nasib mereka di turnamen ini. Harapan masih ada, meski tipis, untuk bisa mencetak sejarah sebagai salah satu wakil Asia yang lolos dari fase grup.
















