Dugaan Ketidakadilan Dalam Sistem Penggajian Kembali Mencuat di Duta Indah Starhub

Kota Tangerang — Dugaan ketidakadilan dalam sistem penggajian kembali mencuat di lingkungan kerja.

Kali ini, sejumlah petugas Satuan Pengamanan (Satpam) yang bertugas di kawasan Pergudangan Duta Indah Starhub, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Mereka menyuarakan keluhan terkait dugaan ketimpangan gaji antar-personel yang dinilai sudah berlangsung cukup lama.

Para satpam menilai sistem penggajian di lokasi tersebut tidak transparan dan tidak memiliki standar jelas.

Bahkan, menurut mereka, petugas dengan masa kerja lebih lama justru menerima gaji lebih rendah dibandingkan satpam baru.

“Udah sering kita bersuara, tapi tidak ada kelanjutan. Masa kita kerja lebih lama tapi malah nerima gaji lebih kecil ketimbang satpam baru,” ujar salah satu satpam yang meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir akan adanya tekanan.

Pihak Pengelola Terkesan Saling Lempar Saat dimintai klarifikasi, perwakilan Pergudangan Duta Indah Starhub, Kolonel Endang, secara singkat membantah adanya ketimpangan tersebut.“Tidak ada,” jawabnya singkat kepada Tintakota.com tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Namun berbeda dengan Endang, pihak Manajemen Duta Indah Starhub, Selamet, justru memberikan jawaban yang terkesan acuh dan tidak menunjukkan itikad untuk menelusuri dugaan persoalan tersebut.

“Lah satpamnya aja nggak ngadu ke manajemen,” katanya.“Satpamnya suruh menghadap ke korlap,” tambahnya, Seolah melempar kembali tanggung jawab.

Pernyataan tersebut justru memperkuat kesan adanya ketidakharmonisan dalam struktur manajemen serta minimnya mekanisme pengawasan internal terhadap kondisi para pekerja.

Keluhan yang Tidak Pernah DitindaklanjutiInformasi di lapangan menyebutkan bahwa para satpam sudah berulang kali menyampaikan keberatan terkait dugaan ketimpangan gaji, namun tidak ada tindak lanjut yang jelas.

Situasi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pihak pengelola maupun manajemen tidak memiliki sistem evaluasi kesejahteraan karyawan yang efektif — bahkan terkesan abai terhadap aspirasi pekerja garis depan yang berperan penting dalam menjaga keamanan kawasan pergudangan.

Dugaan ketimpangan upah ini semakin menyoroti lemahnya transparansi dalam pengelolaan tenaga kerja di kawasan tersebut.

Ketika pihak pengelola justru memberikan jawaban singkat dan pihak manajemen cenderung melepas tangan, muncul pertanyaan besar:

Apakah benar keluhan para satpam tidak pernah sampai ke manajemen?Atau justru ada ketidakterbukaan internal yang disengaja?

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi maupun upaya konkret dari pihak terkait untuk melakukan audit atau mengevaluasi sistem penggajian guna memastikan keadilan bagi seluruh personel keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *