
Kota Tangerang – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang diduga telah menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan terkait klaim perbaikan 40 fasilitas olahraga sepanjang tahun 2025.
Pernyataan tersebut kini menuai sorotan tajam dari aktivis dan masyarakat, menyusul ditemukannya sejumlah fasilitas olahraga yang terbengkalai dan minim perawatan.
Salah satu yang paling disorot adalah jalur motocross Selapajang, yang sebelumnya sempat diunggah melalui media sosial sebagai bagian dari program perbaikan fasilitas olahraga.
Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Jalur motocross tersebut tampak tidak terawat, dipenuhi semak, serta tidak layak digunakan, seolah-olah dibiarkan begitu saja tanpa pemeliharaan lanjutan.
“Kalau ini disebut sudah diperbaiki, lalu di mana letak perbaikannya? Kondisi jalur motocross Selapajang jelas terbengkalai. Ini terkesan hanya formalitas laporan, tapi realisasinya nol,” ujar salah satu aktivis Kota Tangerang kepada tintakota.com, Selasa (23/12/2025).
Aktivis tersebut menilai, apa yang disampaikan Dispora ke publik berpotensi menyesatkan opini masyarakat dan menimbulkan dugaan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami menduga ada ketidaksesuaian antara laporan administrasi dengan realitas di lapangan. Jika fasilitas yang diklaim diperbaiki justru dibiarkan rusak, ini patut dicurigai sebagai bentuk penghamburan uang rakyat,” tegasnya.
Ironisnya, saat awak media tintakota.com mencoba melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Dispora Kota Tangerang, tidak satu pun pejabat berwenang dapat ditemui.
Awak media hanya bertemu dengan petugas keamanan (satpam) yang menyampaikan bahwa seluruh bagian keolahragaan sedang tidak berada di kantor.
“Bagian olahraga hari ini sedang ada kegiatan di luar,” ujar satpam singkat, tanpa memberikan kepastian kapan pejabat Dispora dapat ditemui untuk dimintai klarifikasi.
Sikap tertutup tersebut semakin memperkuat kritik publik. Aktivis menilai, sebagai instansi pengelola anggaran publik, Dispora seharusnya bersikap transparan dan akuntabel, bukan justru menghindari konfirmasi media.
“Kalau memang data mereka benar, seharusnya Dispora berani membuka daftar 40 fasilitas itu lengkap dengan lokasi, anggaran, dan hasil pekerjaannya. Jangan hanya ramai di media sosial, tapi nihil bukti di lapangan,” tambah aktivis.
Sebelumnya, sejumlah aktivis Kota Tangerang juga telah mengkritisi pernyataan Dispora yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan, khususnya terkait fasilitas olahraga yang diklaim telah direnovasi namun masih rusak dan tidak berfungsi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dispora Kota Tangerang belum memberikan keterangan resmi atau klarifikasi atas dugaan tersebut.
Publik kini menunggu penjelasan terbuka sekaligus audit menyeluruh terhadap proyek perbaikan fasilitas olahraga yang dibiayai APBD Kota Tangerang.
















