
Banten — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Provinsi Banten pada Desember 2025.
Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan hasil pemantauan water level serta prediksi pasang surut yang menunjukkan adanya potensi kenaikan air laut pada beberapa periode.
BMKG menegaskan bahwa dampak rob dapat mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, mulai dari perumahan, perikanan, transportasi, hingga sektor ekonomi harian. Karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Wilayah Berpotensi Terdampak Rob:
- Pesisir Utara Serang:
5–13 Desember & 20–26 Desember 2025 - Pesisir Utara Tangerang:
5–13 Desember & 20–26 Desember 2025 - Pesisir Selat Sunda Barat (Pandeglang):
10–16 Desember & 23–24 Desember 2025 - Pesisir Selatan Pandeglang:
9–17 Desember & 21–28 Desember 2025 - Pesisir Selatan Lebak:
9–17 Desember & 21–28 Desember 2025
Fenomena rob bukan hanya dipengaruhi pasang maksimum, tetapi juga kondisi geografis pesisir Banten yang rentan, penurunan muka tanah di beberapa titik, serta berkurangnya area resapan akibat pembangunan pesisir.
Tanpa penanganan struktural yang serius, ancaman rob akan menjadi kejadian berulang setiap tahun.
Penguatan sistem peringatan dini BMKG harus dibarengi dengan percepatan mitigasi di tingkat pemerintah daerah, terutama pada titik-titik yang selama ini sudah menjadi langganan banjir rob.
Imbauan BMKG
BMKG meminta masyarakat untuk:
Mengamankan barang-barang penting di area pesisir.
Menghindari aktivitas di sekitar dermaga dan muara pada jam rawan pasang tinggi.
Memantau informasi resmi dari BMKG dan sumber pemerintah daerah lainnya.
















