Kota Tangerang – Matinya suplai air PAM kembali dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Tangerang. Gangguan air bersih sejak pagi hari membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas dasar seperti mandi, mencuci, hingga bersiap berangkat kerja dan sekolah.
Keluhan warga mencuat setelah pihak penyedia air, Aetra Tangerang, mengeluarkan pemberitahuan penurunan kualitas air baku akibat meningkatnya polutan di Sungai Cisadane.
Kondisi tersebut menyebabkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) belum dapat beroperasi secara optimal sehingga distribusi air ke pelanggan terhenti sementara.
“Pagi-pagi air mati, mau mandi aja susah. Aktivitas jadi kacau. Ini bukan sekali dua kali kejadian,” keluh salah satu ibu rumah tangga.
Masyarakat menilai alasan teknis yang disampaikan penyedia air tidak serta-merta menghapus dampak yang dirasakan pelanggan.
Air bersih merupakan kebutuhan vital, terlebih di jam-jam krusial pagi hari. Warga juga mempertanyakan mitigasi dan kesiapan penyedia layanan dalam mengantisipasi pencemaran sungai yang kerap berulang.
“Kalau alasannya selalu pencemaran, lalu di mana tanggung jawab dan solusi jangka panjangnya? Jangan warga terus yang dirugikan,” ujar warga lainnya dengan nada kesal.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap suplai air segera normal. Mereka mendesak agar penyedia air dan pemerintah daerah tidak hanya menyampaikan permohonan maaf, tetapi juga menjamin pelayanan air bersih yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
















