Budaya  

Klarifikasi Tradisi Lebaran: “Mersen” dalam Budaya Betawi Tangerang

Jawara Benteng Angkat Bicara Setelah Vidio Mersen Viral,Itu Budaya Bukan Menghamburkan Uang.

Kota Tangerang – Tradisi memberikan “persenan” atau yang dikenal dengan istilah mersen dalam budaya Betawi kembali menjadi perbincangan saat momentum Hari Raya Idul Fitri. Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari komunitas budaya Betawi di Kota Tangerang menegaskan bahwa praktik tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah berlangsung turun-temurun.

Dalam suasana Lebaran, khususnya saat acara keluarga yang kerap digelar di kediaman tokoh masyarakat atau pejabat daerah seperti rumah wali kota bapak Sachrudin, pemberian mersen dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari dibagikan satu per satu, menggunakan amplop, hingga melalui permainan atau disebar untuk menambah keseruan.

Semua itu bertujuan menciptakan suasana kebersamaan, keceriaan, dan keharmonisan antar anggota keluarga maupun masyarakat.

Ketua Jawara Benteng Kota Tangerang dari lembaga kebudayaan Betawi, Sam Pitung, menegaskan bahwa tradisi tersebut bukan hal baru dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.

“Tradisi mersen ini udah dari dulu ada di tengah masyarakat Betawi, khususnya di Tangerang. Ini bagian dari silaturahmi saat Lebaran, dimana keluarga kumpul, saling berkunjung, terus ada yang berbagi rejeki buat nyenengin saudara-saudara, terutama anak-anak. Cara bagi-baginya juga bebas, ada yang ngantri, ada yang pakai amplop, bahkan ada yang disebar biar lebih seru. Intinya bukan soal jumlahnya, tapi kebersamaan dan kebahagiaan yang dibangun.”ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tradisi ini hanya terjadi pada momen tertentu, tidak setiap hari maupun setiap bulan, sehingga tidak bisa disalahartikan sebagai hal negatif.

“Ini kan cuma setahun sekali, pas Lebaran. Yang punya rejeki lebih ya wajar berbagi. Apalagi ke keluarga sendiri. Dalam budaya Betawi, itu justru jadi simbol kepedulian dan rasa syukur,” lanjutnya.

Masyarakat pun diimbau untuk melihat tradisi ini sebagai bagian dari nilai sosial dan budaya yang mengedepankan kebersamaan, bukan sekadar aktivitas berbagi materi. Tradisi mersen dinilai sebagai salah satu cara sederhana namun bermakna dalam menjaga hubungan kekeluargaan dan mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat Kota Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *