Pengajian Perdana 2026, Wali Kota Tangerang Ajak Perkuat Iman dan Kepedulian Lingkungan Jelang Ramadan

Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali menggelar pengajian rutin bulanan yang diikuti aparatur sipil negara (ASN).

Pengajian perdana di tahun 2026 yang di selenggarakan di kediaman Walikota Tangerang ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial dan kesadaran menjaga lingkungan, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah menjadikan pengajian sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.

Ia menekankan bahwa peningkatan keimanan harus sejalan dengan kepedulian sosial serta tanggung jawab menjaga lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadan. Kita berharap Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat berbagi dan melayani dengan hati yang tulus,” ujar Sachrudin saat pengajian yang digelar di kediamannya di kawasan Poris, Kecamatan Cipondoh, Rabu malam 28 Januari 2026.

Sachrudin menambahkan, menyambut Ramadan tidak hanya sebatas persiapan ibadah ritual, tetapi juga kesiapan mental dan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, niat yang bersih dan hati yang lapang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Menjaga kualitas keimanan harus berjalan beriringan dengan kesadaran kita dalam menjaga lingkungan sekitar. Mulai dari hal sederhana, seperti menjaga kebersihan saluran air dan memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sachrudin menilai kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam mencegah terjadinya bencana, khususnya banjir. Kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Kesiapsiagaan serta kesadaran bersama untuk selalu waspada terhadap potensi bencana, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan, juga merupakan bagian dari peningkatan kualitas keimanan. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengajak masyarakat menjadikan pengajian bulanan sebagai ruang refleksi dan evaluasi diri, guna menilai sejauh mana peran dan manfaat yang telah diberikan bagi lingkungan sekitar.

“Melalui refleksi diri, kita dapat menilai apakah sebagai umat yang beriman dan bertakwa kita sudah menjadi pribadi yang bermanfaat dan mampu menghadirkan keteladanan bagi keluarga maupun lingkungan. Dengan semangat itu, insya Allah Kota Tangerang akan menjadi kota yang maju, religius, berakhlakul karimah, dan penuh kebersamaan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *